Kabut Asap Mengancam. Demikian bunyi tajuk utama dari harian Kalteng Pos edisi hari Selasa, 21 Agustus 2018.
Kebakaran lahan belum bisa dicegah oleh pihak terkait. Palangka Raya dikepung karhutla (kebakaran hutan dan lahan). Tiap hari sirene mobil pemadam kebakaran menjadi hal lumrah didengar. Dalam sehari saja bisa ada 5 titik lebih kebakaran. Mulai dari Kelurahan Kalampangan, Petuk Katimpun, Kereng Bangkirai, Menteng, dan Bukit Tunggal. Ini dapat dibuktikan bahwa akhir-akhir ini setiap pagi dan malam Kota Palangka Raya sudah tercium bau asap yang cukup mengganggu.
Jika masyarakat terus menerus tak peduli dan melakukan pembakaran secara sporadis, maka Palangka Raya terancam kabut asap. Dibutuhkan kesadaran yang tinggi dari masyarakat untuk tidak membakar lahan. Masyarakat juga dihimbau bila ada yang melihat orang membakar lahan, segera laporkan hal tsb kepada pihak berwajib agar yang bersangkutan dapat diproses secara hukum. Bisa dengan cara menghubungi Pusdalops Penanggulangan Bencana
Provinsi Kalimantan Tengah di nomor telpon 05364260564 atau via
WhatsApp 081251510110.
Jangan biarkan kejadian kabut asap tahun 2015 terulang kembali. Karena selain menguras tenaga, waktu, dan materi, juga memberikan dampak negatif pada kesehatan dan kehidupan masyarakat serta lingkungan.
Tetap waspada. Jangan lengah!
Showing posts with label melawanasap. Show all posts
Showing posts with label melawanasap. Show all posts
Tuesday, August 21, 2018
Monday, August 28, 2017
Apa Kabar Perda Karhutla?
Pencabutan Peraturan Gubernur No. 52
tahun 2008 menyulitkan masyarakat untuk berladang. Pelarangan pembukaan
lahan dengan cara tradisional masih belum diikuti dengan solusi.
Penindakan tegas dilakukan kepada siapa saja yang membakar lahan membuat
petani peladang gelisah. Produksi pertanian terutama padi terancam,
padahal petani hanya menanam untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
Kalimantan Tengah memerlukan aturan pengganti yang mampu mengakomodir kebutuhan hidup masyarakat sekaligus mereduksi peluang terjadinya kebakaran lahan. Pengganti dari Pergub yang dicabut perlu dibuat dan revisi terhadap Peraturan Daerah yang memayunginya harus dilakukan. Masyarakat perlu kepastian hukum yang menjamin kelangsungan hidup, karena dilarang melarang tanpa solusi.
Kalimantan Tengah memerlukan aturan pengganti yang mampu mengakomodir kebutuhan hidup masyarakat sekaligus mereduksi peluang terjadinya kebakaran lahan. Pengganti dari Pergub yang dicabut perlu dibuat dan revisi terhadap Peraturan Daerah yang memayunginya harus dilakukan. Masyarakat perlu kepastian hukum yang menjamin kelangsungan hidup, karena dilarang melarang tanpa solusi.
Monday, October 12, 2015
Aksi Bagi-bagi Masker
Hari Sabtu tanggal 10 Oktober 2015 kemarin saya (mewakili @infoPLK) dan Relawan #MelawanAsap Palangka Raya mengadakan aksi bagi-bagi masker N95 di dua lokasi. Yaitu Kereng Bangkirai (pagi) dan Bangaris (sore). Ternyata benar juga dugaan saya. Di sana selain kabut asapnya terasa lebih pekat, juga jarang mendapatkan bantuan. Malah yang di Bangaris ketika saya tanya dengan beberapa warga mereka jawab baru kali ini ada yang datang ke wilayah mereka untuk membagikan masker, terutama masker N95. Dalam aksi bagi-bagi masker ini secara total kami menyebarkan 800 masker N95 dan 2000 masker biasa (yang tipis dan berwarna hijau itu). Oh iya, serta 8 buah respirator.
Oleh karena itu bila ada lagi donasi yang datang maka saya akan concern ke wilayah pinggiran kota saja. Karena mereka lebih membutuhkan. Lagi pula sudah banyak pihak-pihak yang bagi-bagi masker di pusat kota.
Terima kasih banyak buat kawan-kawan yang secara sukarela telah meluangkan waktu dan tenaga untuk aksi bagi-bagi masker. Kiranya apa yang kita lakukan berguna dan bermanfaat bagi yang memerlukan. Dan tentunya terima kasih juga kepada pihak donatur yang telah menyampaikan donasinya. We salute you!
Salam. Melawan Asap!
Oleh karena itu bila ada lagi donasi yang datang maka saya akan concern ke wilayah pinggiran kota saja. Karena mereka lebih membutuhkan. Lagi pula sudah banyak pihak-pihak yang bagi-bagi masker di pusat kota.
Terima kasih banyak buat kawan-kawan yang secara sukarela telah meluangkan waktu dan tenaga untuk aksi bagi-bagi masker. Kiranya apa yang kita lakukan berguna dan bermanfaat bagi yang memerlukan. Dan tentunya terima kasih juga kepada pihak donatur yang telah menyampaikan donasinya. We salute you!
Salam. Melawan Asap!
Subscribe to:
Posts (Atom)

