Monday, July 14, 2014

DAWN OF THE PLANET OF THE APES

Sayang sekali bila film sebagus ini tidak mendapatkan tempat di blog saya. Kebetulan juga blog lama tidak diupdate, jadi kali ini saya mencoba mereview film ini walaupun secara singkat saja. Dawn of the Planet of the Apes adalah sekuel dari Rise of the Planet of the Apes yang rilis pada tahun 2011 silam. Tayang di Indonesia mulai tanggal 11 Juli kemarin. Jika masih ingat, Rise of the Planet of the Apes diakhiri dengan sebuah pertempuran yang sengit antara primata dengan manusia di Golden Gate Bridge. Dan di saat bersamaan, virus mematikan yaitu virus Siaman, mulai merebak dan menulari semua manusia.

Plot dari Dawn of the Planet of the Apes mengambil cerita satu dekade setelah film pertamanya. Gegara virus mematikan, populasi manusia di Bumi menjadi sedikit. Hanya yang kebal akan virus mengerikan tersebutlah yang masih bertahan hidup. Setelah virus mulai mereda, manusia yang ada mulai dihadapkan dengan masalah baru. Yaitu berkurangnya pasokan bahan bakar untuk sumber daya listrik. Sehingga memaksa sekelompok peneliti dan ilmuwan yang dikomandani oleh Malcolm (Jason Clarke) kembali ke sebuah bendungan lama karena diyakini bendungan tersebut dapat dipergunakan sebagai pembangkit listrik tenaga air. Untuk sampai ke bendungan tersebut harus melewati hutan-hutan dimana di situ tinggal komunitas kera yang dipimpin oleh Caesar (diperankan dengan apik oleh Andy Serkis). Dari sinilah benih-benih konflik antara manusia dan kera bersinggungan kembali. Yang nantinya membuat Caesar harus menentukan, mempercayai manusia atau komunitasnya.

Dawn of the Planet of the Apes tidak lagi disutradarai oleh Rupert Wyatt. Kali ini diserahtugaskan kepada Matt Reeves, yang sempat menukangi film Cloverfield dan Let Me In. Menjadi tantangan tersendiri bagi Reeves untuk mendandani film ini hingga akan terlihat seperti apa. Sebab Wyatt telah memberikan pondasi serta patokan yang tinggi melalui Rise of the Planet of the Apes-nya. Untunglah segala kekhawatiran itu hilang dan diganti dengan sebuah kekaguman yang maha dahsyat. Benar sekali! Dawn of the Planet of the Apes adalah sebuah film yang sangat indah dan memukau!

Isi cerita sangat bagus dan kuat sekali. Walaupun terkesan kompleks, namun mengalir dengan enaknya tanpa membuat penonton harus berpikir lebih keras lagi. Dialognya pun oke. Memang sih hampir didominasi dengan bahasa tubuh kera. Tapi sungguh terlihat manusiawi. Penuh intrik. Juga terdapat adegan-adegan emosional yang mampu mengharukan penonton. Masing-masing tokoh memiliki gaya karakternya tersendiri. Menambah warna dalam film ini. Sebut saja Koba, sang kera yang memiliki pengalaman hidup pahit (selalu disiksa) membuat kebenciannya kepada manusia semakin besar, sampai dengan Maurice yang bijak dan mengayomi.

Banyak sekali pesan positif yang terselip di dalam film ini. Mengajarkan kepada kita betapa pentingnya sebuah kehidupan itu. Bahwa hidup tidak untuk ditertawakan, tidak untuk ditangisi, tidak untuk disesali, tetapi untuk diperjuangkan. Diperjuangkan dalam artian tidak untuk saling menyakiti dan membinasakan. Tapi saling menyayangi dan mengasihi antara yang satu dengan yang lainnya, antara mahluk yang satu dengan mahluk lainnya.

Film ini sangat direkomendasikan. Dengan total durasi waktu sekitar 130 menit, Dawn of the Planet of the Apes aman untuk ditonton oleh siapa saja, termasuk anak-anak. Sebuah film yang sepertinya oke untuk ditonton bersama keluarga sembari mengisi hari libur sekolah. Semoga akan ada lagi kelanjutan film ini. Biar pas disebut sebagai trilogy.

Semoga berkenan.

Tambahan:
Jangan pernah mengatakan bahwa ini film tentang monyet. Sebab monyet tidak sama dengan kera (walaupun sama-sama primata).

Sunday, June 01, 2014

X-MEN: DAYS OF FUTURE PAST

Review singkat. Ada yang sudah menonton film ini? Gimana menurut kalian? Bagi saya sih ini film bagus banget. Film terbaik yang dimiliki Marvel Comics hingga saat ini, bersanding dengan Captain America: The Winter Soldier. Sekali lagi membuat DC Comics harus gigit jari menyaksikan bagaimana gempuran film-film dari perusahaan saingannya itu makin hari makin berkualitas saja.

Sang sutradara, Bryan Singer layak diapresiasi atas kesuksesan film ini. Ia telah melakukan pekerjaan yang sempurna untuk me-reboot ulang serial film X-Men dengan cara, well, bisa dikatakan jenius! Bryan menghubung-hubungkan kisah yang ada pada film X-Men, X2, X-Men: The Last Stand, X-Men: First Class dan The Wolverine dengan cara yang cerdas. Alhasil, timeline menjadi "bersih" kembali dengan menampilkan alternate universe yang baru. Tentu saja ini sangat diamini sekali oleh para penggemar berat komiknya. Dengan demikian, film X-Men berikutnya sudah pasti akan hadir kembali tokoh-tokoh X-Men yang ikonik, seperti Scott Summers/Cyclops (favorit saya ini!), Jean Grey/Phoenix, dll. Wow! Sekedar informasi, tahun 2016 akan rilis film X-Men berikutnya yang sudah resmi diberi tajuk X-Men: Apocalypse.

Mengenai film X-Men: Days of Future Past itu sendiri, sesuai judulnya film ini mengambil alur maju dan alur mundur. Diceritakan bahwa kehadiran Sentinel, robot anti sekaligus pemusnah mutant, mengancam kelangsungan hidup dari seluruh mutant yang ada di muka Bumi. Oleh karena itu, Professor X (Patrick Stewart), Magneto (Ian McKellen), Wolverine (Hugh Jackman) dan beberapa mutant yang tersisa memiliki ide untuk menerobos waktu ke masa lalu guna merubah takdir dengan cara mengantisipasi terlebih dahulu bagaimana Sentinel itu diciptakan dan dibuat. Diutuslah Wolverine untuk mengarungi masa lalu. Dan di sana nantinya Logan akan bertemu dengan Professor X dan Magneto muda, yang sesuai dengan film X-Men: First Class. Berhasilkah misi tersebut?

X-Men: Days of Future Past memakan waktu sekitar 130 menit. Lumayan lama. Tapi percayalah, saking intens, seru dan fun-nya film ini, penonton tidak akan menyadari bila film sudah berada pada penghujung cerita. Sangat direkomendasikan untuk ditonton! Mumpung filmnya masih tayang di bioskop-bioskop. Saya sendiri berniat akan menonton film ini untuk kedua kalinya. Well done, Bryan Singer. Anda berhasil merogoh kocek saya lebih banyak.

Semoga berkenan.

Tambahan
Akan ada ending tambahan pada ujung film setelah credit list selesai (post credit). Isi dari ending tambahan tersebut sudah jelas berhubungan erat dengan film berikutnya X-Men: Apocalypse. Bakalan seru nih. Can't hardly wait!

Friday, May 30, 2014

DISTORSI MAXIMUM IX

Pada hari Rabu, tanggal 28 Mei 2014 kemarin, DISTORSI MAXIMUM resmi digelar kembali. Kali ini dengan episode yang ke-9. DISTORSI MAXIMUM terakhir kali diadakan pada tahun 2012 lalu. Jadi bisa dibilang DISTORSI MAXIMUM vakum selama setahun lebih. DISTORSI MAXIMUM adalah event metal yang diselenggarakan oleh komunitas PALANGKA RAYA METAL CORNER (kerap disebut PMC). Dan bisa dikatakan event metal terbesar dan ternama yang ada di kota Palangka Raya. Sebab gaungnya sudah mencapai kota-kota lain, termasuk ke pulau Jawa.

DISTORSI MAXIMUM #9 kali ini cukup spesial. Karena menampilkan headliner sebuah band brutal death metal asal Indiana, Amerika Serikat, yaitu GORGASM. Bagi pecinta musik metal, khususnya brutal death metal, nama GORGASM sangatlah tidak asing lagi di telinga. Bahkan dipuja dan dihormati. Itu wajar. Sebab band yang eksis sejak tahun 1994 dan terdiri atas 4 orang personil ini disebut-sebut sebagai band yang memberikan influence (pengaruh) musik aliran tersebut kepada band-band beraliran sejenis di belahan dunia manapun.

Kehadiran GORGASM pada DISTORSI MAXIMUM #9 merupakan salah satu rangkaian turnya ke Asia Tenggara (Thailand dan Indonesia). Tur tersebut diberi tajuk DESTINED TO VIOLATE. Juga sekalian promosi album barunya GORGASM yang akan rilis bulan Juli 2014 mendatang. Sebelum mendarat di Palangka Raya, GORGASM terlebih dahulu beraksi di BOGOR DEATH FEST #4 (25 Mei) dan SIDOARJO EXTREME METAL (27 Mei). Dan tanggal 29 Mei GORGASM perform di Makassar dalam acara IMMORTAL STAGE. Dan Makassar merupakan perhentian terakhir tur GORGASM di Indonesia.

Pagelaran DISTORSI MAXIMUM #9 didahului dengan penampilan band-band lokal. Baik Palangka Raya juga dari kota lainnya (seputaran Kalimantan Tengah). Untuk luar kota sebut saja seperti PADUNG HITAM (black metal) dari Sampit, HERNIATED (grindcore) dari Pangkalan Bun, REPUBLIC OF HELL (grindcore) dari Tamiang Layang bahkan sampai dengan NEW DAY IS OVER (metalcore) dari Banjar Baru. NEW DAY IS OVER pernah menjadi finalis 24 besar LA INDIEFEST regional Surabaya tahun 2009 silam. Sedangkan dari dalam kota diantaranya ada DEAD OCCULTA (gothic metal), SIMPHONY HITAM (gothic metal), THE MORTAL (black metal) GOROK (death metal), EILEITHYA (gothic metal) dan tentunya STONEHEAD band beraliran hardcore yang punya nama dan memiliki jam terbang tingkat tinggi. Tidak ketinggalan band yang relatif baru, namun layak diperhitungkan. Seperti TIMPAS (death metal), VISCERAL LOBOTOMY (slam death metal) dan TETRALOGY OF FALLOT (groove metal).

Selesai dengan penampilan dari 14 band lokal, GORGASM akhirnya menggebrak DISTORSI MAXIMUM #9 dengan lagu-lagunya yang super duper brutal itu. Kurang lebih satu jam GORGASM menyiksa penonton dengan raungan-raungan riff gitar maha dahsyat dari Damian Leski dan Ryan Saylor, betotan juga cabikan ngotot bass miliknya Anthony Voight serta hyperblast drum tanpa henti Kyle Christman yang berpadu dengan kombinasi vokal antara Damian Leski dan Anthony Voight. Sebuah penampilan yang luar biasa memukau! Penonton pun mengamini apa yang diperagakan oleh GORGASM dengan bermoshing-ria di mosh-pit. Mulai dari headbang sampai dengan circle-pit. Total (jika tidak salah hitung) GORGASM menampilkan 17 buah lagu andalannya. Beberapa diantaranya seperti Dirty Cunt Beatdown, Disembodied, Coprophiliac, Stabwound Intercourse, Exhibit Repugnance, Necrosodomy, Mouthful of Menstruation dan Axe to Mouth. GORGASM tidak lupa menyelipkan 2 buah lagu barunya. Yaitu Destined to Violate dan Visceral Discharge. Pada malam itu GORGASM tampil luar biasa dan benar-benar sukses mengguncang Aula Harati, tempat DISTORSI MAXIMUM #9 diadakan.

Secara keseluruhan, DISTORSI MAXIMUM #9 berjalan dengan lancar tanpa menemui hambatan yang berarti. Terlihat sekali koordinasi dan komunikasi antar anggota panitia yang rapi. Salut dan jempol! Kekurangan mungkin ada pada pemilihan venue. Semoga DISTORSI MAXIMUM berikutnya bisa diadakan lagi. Dan tetap menghadirkan headliner yang oke punya.

METAL NYAMAH MAHUTUS!

Saturday, May 24, 2014

INFEKSI - INFECTED CARCASS

Penampakan CD EP INFEKSI bertajuk Infected Carcass
Sekitar minggu kedua pada bulan Mei 2014 ini, INFEKSI, band beraliran brutal death metal asal kota Palangka Raya, resmi merilis sebuah EP yang bertajuk Infected Carcass. INFEKSI bisa dikatakan merupakan salah satu band yang cukup disegani di scene underground Palangka Raya. Hal itu memang wajar saja. Sebab di dalamnya berisikan beberapa personil yang sepertinya musik brutal death metal itu sudah mendarah daging di dalam tubuhnya.

Siapakah sajakah orang-orang yang ada di dalam INFEKSI itu? Band yang terbentuk sejak Januari 2011 ini terdiri atas empat orang personil. Diantaranya adalah Beni yang menggawangi posisi drum, Rizka dengan gitarnya, Rony pada bass dan terakhir Hendri yang tentunya pada posisi vokal. Beni dan Hendri sebelumnya tergabung dalam band bernama NECROPHILIA. Sebuah band aliran brutal death metal yang gaung namanya terdengar sampai provinsi tetangga. Saat ini NECROPHILIA memutuskan untuk vakum sampai dengan waktu yang tidak dapat ditentukan. Hal ini disebabkan gitarisnya, Bardot, pergi meninggalkan Indonesia melanglang buana ke negeri kangguru Australia. Sedangkan Rizka pernah bergabung dengan band grindcore asal kota Pangkalan Bun, yaitu BURNING BLOOD. Bagaimana dengan Rony? Pria yang bertubuh ceking ini juga pernah main di beberapa band beraliran keras. Seperti GENOCIDE, BLOOD INHIBITOR, BRUTUFUCK, dll. Bahkan bila tidak salah Rony juga sempat gabung dalam band beraliran black metal KROMO LEYO bareng Beni.

Kembali ke EP ini. Setelah saya mendengarkan EP ini secara berulang-ulang kali, secara sekilas memang sangat terlihat sekali betapa ambisiusnya Beni cs di dalam menggarap EP ini. Mungkin yang menjadi kendala adalah soal kualitas rekaman dan mixing yang belum terbilang sempurna. Bisa dimaklumi karena memang susah menemukan studio yang benar-benar bagus di kota Palangka Raya sini. Dan juga memainkan metal membutuhkan setting khusus demi terciptanya kualitas suara yang diinginkan.

Total EP Infected Carcass ini berisikan 8 buah lagu. Itu sudah termasuk dengan 2 buah lagu versi demo. EP dibuka dengan sebuah track lagu berjudul Festering Flesh (02:08). Sebuah tembang yang cukup brutal dan tanpa basa basi. INFEKSI sedikit memberikan beberapa groove agar terlihat lebih beradrenalin. Berikutnya, sebuah tittle track, Infected Carcass (02:07). Lagu yang menjadi favorit saya. Beni memainkan drumnya dengan cukup aktraktif. Hyper blast dan pedal drum yang cepat yang berkomunikasi baik dengan riff-riff gitar Rizka dan betotan bass Rony. Selesai Infected Carcassm, dilanjutkan dengan Severe Deception (02:08). Riff-riff gitar yang cukup groove setidaknya bisa membuat pendengarnya untuk menggoyangkan kepala naik turun. Next, Lust for Killing (02:20). Sebuah lagu yang pernah dirilis dalam bentuk demo di tahun 2013 lalu. Sebuah lagu yang layak dijadikan highlight dalam EP ini. Berbeda dengan versi demonya, versi EP-nya kali ini terasa lebih bernyawa. Everlasting Torment (02:23), menampilkan riff-riff cepat bagaikan deru angin ribut. Ditambah lagi dengan permainan drum yang kompleks. Aksi Henri cukup mumpuni di sini. Terutama exhalenya itu. Intestinal Excrement (02:37), sebuah lagu yang cukup oke untuk menyudahi EP ini.

Sebenarnya masih ada dua buah lagu lagi, yaitu Lust for Killing (Demo 2013) dan Necro Tortured (Demo 2012). Namun tidak banyak yang bisa saya komentari. Hanya saja saya menyayangkan sekali kenapa Necro Tortured tidak dimasukkan ke dalam penggarapan EP ini. Padahal saya sangat menyukai lagu ini.

Secara keseluruhan EP Infected Carcass yang memakan total durasi waktu 19 menit ini adalah sebuah karya dari pergerakan scene lokal yang sangat layak untuk diapresiasi dan dihargai. Mengingat sampai sekarang, seingat saya, belum ada band beraliran brutal death metal dari kota Palangka Raya yang menelurkan karya-karyanya berupa EP ataupun album. Apa yang dihasilkan oleh INFEKSI melalui perilisan EP-nya kali ini juga merupakan sebuah pesan agar band-band lokal tetap berkarya. Karena hanya dengan karyalah perjuangan sebuah band dapat dihargai, dapat dipelajari dan dijadikan patokan untuk perkembangan musik lokal selanjutnya.

Well done, INFEKSI!

In death we trust, in brutal we blast! Metal nyamah mahutus!

Sunday, May 18, 2014

GODZILLA

Tayang di Indonesia mulai tanggal 14 Mei 2014. Dan kebetulan saya nonton di hari pertama perilisannya. Well, setelah menontonnya, saya hanya bisa mengatakan bahwa Gojira di film ini adalah seorang jomblo yang rese abis. Kenapa rese? Sebab Gojira tidak rela melihat dua ekor Muto yang hendak kawin. Jadi itulah alasannya kenapa Gojira harus memusnahkan kedua Muto tersebut. Haha. Engga gitu ding. Hanya sekedar guyonan.

Godzilla, film yang secara total berdurasikan 2 jam 5 menit ini menurut saya sangat oke untuk ditonton, dengan catatan bahwa kalian memang pecinta sejati Godzilla. Bagi penonton awam, mungkin akan terpecah suaranya antara yang mengatakan filmnya jelek dan bagus. Harus diakui bahwa film yang memakan banyak dialog dan trolling secara berlebihan ini dapat menyebabkan datangnya rasa kantuk. Ditambah lagi dengan kekecewaan bahwa adegan aksi/pertarungan antara Gojira dan Muto sejatinya memakan waktu sekitar 30-40 menit saja. Sisanya diisi dengan cerita yang sebenarnya tidak terlalu berkembang.

Namun hal positif yang ada di film Gozilla kali ini adalah Gojiranya mengikuti versi Jepangnya. Yaitu bisa mengeluarkan semburan radioaktif (dikenal dengan Atomic Breath) yang keluar dari mulutnya. Ditambah lagi dengan kibasan ekornya yang sangat fenomenal itu. Bandingkan saja dengan film Godzilla rilisan tahun 1998 silam yang gagal itu.

So, kesimpulan akhir, apabila kalian memiliki uang lebih tidak ada salahnya untuk menonton film ini. Yang tidak punya uang, mungkin bisa menonton lewat DVD atau menunggu link streamingnya beredar di internet.

Oh iya, saat saya keluar dari studio bioskop (selepas film selesai), saya mendengar seorang anak kecil yang celetuk: "Ultramannya mana ya? Kok gak nongol?". Saya hanya bisa tersenyum saja. Sekedar informasi, pada awalnya karakter Gojira ini didesain oleh dua orang. Salah satunya bernama Eiji Tsuburaya. Merasa familiar dengan nama ini? Yup, dialah orang yang menciptakan tokoh Ultraman melalui Tsuburaya Productions-nya. Dan jangan tanya deh bagaimana popularitas dari Ultraman sekarang ini. Mendunia!