Sunday, August 21, 2016

LIGHTS OUT

Ada yang belum menonton Lights Out? Bila iya, buruan aja nonton. Ini film horor bagus! Asli! Suer! Sumpah deh! Lights Out sendiri aslinya adalah sebuah film pendek yang berdurasi 3 menit. Oleh sang sutradara akhirnya dilebarkan menjadi sebuah tontonan menakutkan yang berdurasi 80 menit.

Lights Out bisa dikatakan sedikit berbeda bila dibandingkan dengan The Conjuring, The Conjuring 2 maupun Insidious. Lights Out tidak menampilkan rumusan twist-twist yang rumit. Yang ada justru tampil sederhana dan lugas bahkan klasik. Dengan satu konsep: menakuti-nakuti penonton secara alami mungkin dan konsisten. Hawa dan nuansa mencekam dibaluti dengan kengerian dapat dirasakan sepanjang durasi film ini. Menciptakan suatu hal yang dapat meneror psikologis penonton. Apalagi buat kalian-kalian yang memang fobia di tempat gelap. Maka menonton film ini dapat membuat anda merasa tertekan, sesak dan gelisah di kursi. Ketegangan-ketegangan melalui "jump scare" yang tampil mendadak dan mengejutkan itu juga tak segan-segan membuat anda berteriak histeris sekeras-kerasnya di dalam bioskop. Jadi, siapkan mental dan tahan nafas saat momen-momen menakutkan itu akan datang. Terutama bagi kalian yang urat adrenalinnya pendek.

Poin plus dari Lights Out adalah film ini sama sekali tak memperlihatkan penampakan dari si hantu secara jelas dan detail. Hanya berupa siluet. Namun itu sudah cukup untuk mempermainkan ketakutan penonton.

Dengan atmosfir yang gelap dan menyeramkan, jump scare yang jitu serta telak, penuh berbagai kejutan, Lights Out adalah film horor yang sebenar-benarnya horor. The Conjuring 2 pun terlihat cupu (padahal produsernya James Wan).

8/10

Jangan matikan lampu saat tidur!

Wednesday, August 10, 2016

THE SHALLOWS

Walaupun telat (sejatinya film ini rilis bulan Juni kemarin di seluruh dunia), The Shallows tayang mulai per hari ini di bioskop Indonesia.  Jujur, awalnya saya tidak tahu menahu perihal film ini. Sampai pada akhirnya saya menonton trailernya yang ternyata memicu hasrat saya untuk segera dan lekas menyaksikan film ini. Kenapa? Karena genrenya yang unik. Yaitu perpaduan antara drama, horor dan thriller yang dibaluti dengan aksi survival/cara bertahan hidup. Dan paling terutama adalah antagonisnya yang tak lain dan tak bukan adalah seekor ikan hiu. Ya, ikan hiu!

Singkat kata, The Shallows yang masuk dalam kategori B-movie ini adalah sebuah tontonan yang sanggup memberikan keseruan dan ketegangan tersendiri dengan memainkan adrenalin serta tensi penonton. Beberapa kali jantung saya dibuat berhenti sekejab detik dengan kejutan-kejutan yang di luar dugaan. Selain itu, film ini juga dapat menguji mental penonton karena tak jarang menampilkan adegan berdarah-darah dan pemandangan yang tidak enak.

Film yang berdurasi pendek (80-an menit saja) ini konsisten dan efektif dalam mengiring juga membangun atmosfir ketakutan yang ada sepanjang menitnya. Mengajak penonton untuk selalu lebih sering menahan nafas sembari menebak hal apa yang akan hadir selanjutnya. Dan pada akhirnya nanti film ini menawarkan ending yang di luar dugaan.

Salah satu hal yang menjadi poin plus dari film ini adalah tampilan pemandangannya yang luar biasa cantiknya. Ditambah lagi dengan cinematografi dan penampakan fotografi bawah air yang mempesona. Wow.

7/10

Just watch it. Dan rasakan sensasinya.

Wednesday, August 03, 2016

SUICIDE SQUAD

Suicide Squad tayang mulai hari ini di kawasan Indonesia. Dua hari lebih awal dibandingkan perilisannya di kawasan Amerika Utara sono. Suicide Squad merupakan film ketiga dari DC Extended Universe (DCEU) setelah Man of Steel dan Batman v Superman: Dawn of Justice.  Yang artinya sudah barang tentu film ini berkaitan dengan erat dengan 2 buah film yang telah disebutkan tadi. Suicide Squad mengambil timeline setelah kejadian tewasnya Superman.

Suicide Squad bisa dikatakan bukanlah film menceritakan tentang superhero. Melainkan sekumpulan penjahat atau anti hero yang dibentuk khusus oleh pemerintah dengan misi tertentu. Bahasa gampangnya, melawan suatu kejahatan dengan menurunkan tim penjahat. Tersebutlah dalam tim tersebut nama-nama familiar (bagi penggemar komik DC) seperti Deadshot, Harley Quinn, Captain Boomerang, Killer Croc, El Diablo, dll. Tim Suicide Squad ini juga dijuluki dengan panggilan Task Force X.

Lantas, bagaimana filmnya? Well, film yang secara total berdurasi 2 jam ini bagi saya biasa-biasa saja. Cenderung kurang greget. Inilah yang terjadi bila sang sutradara David Ayer yang saya analogikan mencoba untuk menjuggling terlalu banyak bola (di mana masing-masing bola memiliki keunikannya sendiri), menjatuhkan semua bola yang ada bersama-sama dan hanya mampu menangkap beberapa bola saja. Alhasil, dari semua karakter yang ada cuma beberapa karakter saja yang dapat digali dan dikembangkan. Sisanya hanya sekadar pajangan belaka. Tak bisa ditampik, penampilan Deadshot (Will Smith) dan Harley Quinn (Margot Robbie) benar-benar mencuri perhatian penonton. Joker yang diperankan oleh Jared Letto sama sekali tak meninggalkan kesan yang membekas. Justru hambar. Heath Ledger tetap menjadi Joker terbaik sampai saat ini!

Dari segi cerita, penuturannya agak keteteran. Padahal 30 menit pertama sudah cukup menjanjikan. Ke belakangnya malah kabur. Sepertinya kesalahan yang terjadi pada Batman v Superman: Dawn of Justice terjadi lagi di film ini. Yaitu di bagian editing-nya. Seakan-akan ada sesuatu yang janggal (plothole). Entah di bagian mananya. Walaupun ada beberapa klimaks, masih jauh dari cukup untuk memukau penonton. Adegan aksi? Tak ada yang spesial. Demikian pula dengan ketegangan. Untunglah joke-joke yang dihadirkan mampu memberikan kejenakaan dan hiburan tersendiri bagi filmnya. Salah satu hal yang menjadi poin plus bagi film ini adalah daftar lagu-lagu lama (era '80 & '90-an) yang diperdengarkan dan menghiasi film ini dari awal hingga akhir. Sebuah daftar yang sangat berkelas.

Apapun itu, bagi kalian yang seorang fanboy, Suicide Squad tetap layak tonton. Biar tahu film berikutnya seperti apa. Jangan lupa, ada cuplikan tambahan pada mid-credit. Jadi jangan dulu beranjak dari studio. Demikian.

6/10

Enchantress!

Thursday, July 28, 2016

JASON BOURNE

Mungkin ada yang bingung Jason Bourne ini film apa lagi sih? Well, saya jabarkan secara singkat. Masih ingat dengan The Bourne Identity (2002), The Bourne Supremacy (2004) dan The Bourne Ultimatum (2007)? Tentu ingat dong. Ketiga film ini sering disebut sebagai The Bourne Trilogy. Ceritanya masih mengambil konsep originalitas dari novelnya. Pada tahun 2012 lalu juga sempat ada The Bourne Legacy yang entah kenapa justru tidak dianggap oleh orang-orang. Walaupun Jason Bourne merupakan film kelima, namun secara timeline (lini masa) film ini meneruskan kisah dari The Bourne Ultimatum.

Jason Bourne ini bisa dibilang sekuel yang sebenarnya tak perlu untuk dibuat filmnya. Kisah pencarian jati diri dari David Webb sesungguhnya telah berakhir di The Bourne Ultimatum kemarin. Mungkin karena alasan bisnis, hadirlah Jason Bourne. Sebuah film yang juga sebenarnya tidak berdasarkan bukunya lagi. Jadi murni imajinasi dari penulis skrip.

Walau begitu, Jason Bourne masih menawarkan tontonan yang cukup menegangkan. Baik itu melalui aksi maupun spionase. Matt Damon yang sudah mulai dimakan usia masih terlihat segar bugar melakonkan berbagai adegan berantem. Alur cerita juga berjalan dengan cepat. Satu-satunya yang membuat saya kesal adalah pengambilan gambar dengan teknik "shaky/handheld cam" saat adegan aksi. Bikin pening kepala saja. Huh!

Secara garis besar film ini biasa saja. Tak menawarkan hal yang baru, termasuk dari segi ceritanya (biarpun sebenarnya terdapat konflik baru yang tetap melibatkan masa lalu dari seorang David Webb eks agen CIA). Tapi, bila kalian rindu dengan film aksi spionase yang lengkap dengan kejutan-kejutan tak diduga di dalamnya, maka film ini boleh lah untuk dijajal.

6,5/10

Bila film ini dibuatkan lagi sekuelnya, well, I give up. Cukup sampai di sini saja.

Friday, July 22, 2016

GHOSTBUSTERS

Ghostbusters is back! Memakan waktu kurang lebih 27 tahun, akhirnya tim pemburu hantu ini hadir kembali. Berbeda dengan versi originalnya, yakni Ghostbuster (1984) dan Ghosbusters II (1989) di mana membernya adalah laki-laki, kali ini semuanya adalah perempuan. Ghostbusters 2016 ini merupakan versi reboot. Ini dikarenakan Bill Murray (salah satu pemain di original Ghostbusters) yang menolak tawaran untuk sekuel dan juga salah satu dari keempat pemain sudah ada yang meninggal. Walaupun kini dihuni oleh kaum hawa, film ini tidak kehilangan sentuhan khasnya. Gokil! Pujian layak diberikan kepada sang sutradara Paul Feig, yang sebelumnya juga pernah menyutradarai film Spy, Briedsmaid, The Heat, dan masih banyak lagi.

Bisa saya katakan filmnya sangat menghibur. Abaikan saja bila situs-situs film mengatakan film ini jelek. Silakan ditonton dengan mata kepala sendiri. Keseruan yang menegangkan dibalut dengan aksi-aksi yang cukup memukau serta tingkah laku konyol benar-benar memanjakan penonton. Terlebih kelucuan yang sering tampil di film ini tak sedikit bisa menguras tawa renyah berkepanjangan dari awal hingga akhir. Salut juga kepada empat pemain utama di film ini. Mampu menokohkan karakternya masing-masing yang memiliki karakteristik berbeda.

Walaupun dikemas dalam bentuk komedi, nuansa horor dalam film ini lumayan terasa. Beberapa kali adegan-adegan menakutkan (lazim disebut jump scare) yang tampil tak diduga-duga mampu membuat jantung berhenti sepersekian detik. Bersiaplah kalian terkaget-kaget setengah mati!

Sebagai wujud respek, Ghostbusters 2016 membawa spirit dari film-film terdahulunya. Ini bisa dilihat begitu banyak cameo yang hadir di dalamnya, bahkan hal-hal kecil lainnya. Silakan hitung sendiri ada berapa hal yang bisa kalian kenali dalam film ini.

Akhir kata, tanpa berekspektasi lebih, Ghostbusters 2016 ini bisa dikatakan sebuah film reboot yang tergolong berhasil dan sukses. Penuh dengan kesenangan dan kejenakaan, juga bebas dari unsur kekerasan serta seksual. Bisa menjadi tontonan keluarga yang pas. Bila sudah begini, saya yakin Sony tidak akan tinggal diam. Mereka pasti akan menyiapkan sekuel terbarunya. Karena Ghostbusters adalah sebuah franchise yang dapat membawa keuntungan banyak. Tidak hanya film, namun juga hal lainnya seperti merchandise, dll.

7/10 

If there's something strange, in the neigbourhood. Who you gonna call? GHOSTBUSTERS!