Friday, February 13, 2015

KINGSMAN: THE SECRET SERVICE

Kingsman: The Secret Service keren! Luar biasa! Bisa saya katakan merupakan film rilisan terbaik di awal tahun 2015 ini. Film yang diadaptasi dari komik berjudul "The Secret Service" buah karya Mark Millar dan Dave Gibbons (bagi penggemar komik Amerika sih sudah barang tentu tak asing dengan nama orang tersebut) dieksekusi secara apik dan genius oleh sang sutradara Matthew Vaughn, yang juga sempat menangani X-Men: First Class dan Kick-Ass.

Kingsman menyajikan tema tentang spionase/mata-mata yang lain daripada biasanya. James Bond dan Jason Bourne mesti waspada dengan yang satu ini. Berbicara tentang aksi maupun adegan laga, Kingsman menampilkan koreografi yang unik. Memberikan hiburan dan kepuasan tersendiri bagi penonton. Alur ceritanya cukup sederhana namun intens serta padat tanpa meninggalkan lubang cerita yang berarti. Akan ada twist yang bisa membuat penonton bergumam saking keheranan dengan jalan cerita yang terjadi. Kingsman juga menampilkan adegan-adegan lucu serta candaan yang konyol, sinting sampai dengan cerdas. Mengundang gelak tawa renyah penonton. Membuat film yang total durasinya memakan waktu sekitar 2 jam ini semakin hidup.

Sangat disayangkan dalam filmnya terdapat pemotongan adegan (info yang diterima, sekitar 12 menit) yang sangat mengganggu. Entah alasan apa yang dipakai oleh LSF (Lembaga Sensor Film) hingga harus memotong dengan cara yang teramat "keji" itu. Apa mungkin hal ini untuk mengantisipasi ketersinggungan dari pihak-pihak tertentu sebab adegan yang dipotong tersebut adalah adegan kekerasan berdarah di dalam sebuah gereja? Well, film ini telah diberi rating R alias dewasa. Jadi sebenarnya menonton film ini artinya ya sudah harus siap dengan konsekuensi yang ada. Maksudnya adalah marilah berpikir secara open minded. Namun apapun itu, versi bluray-nya layak ditunggu agar bisa menikmati adegan yang dipotong tersebut.

Akhir kata, Kingsman yang dibintangi oleh aktor kawakan seperti Colin Firth, Samuel L. Jackson, Michael Kane serta bintang muda Taron Egerton merupakan film yang sangat layak sekali untuk disimak. Sangat direkomendasikan! Terutama bagi kalian yang menginginkan tontonan segar. Silakan ajak pasangan kalian baik itu suami, istri, pacar, gebetan atau selingkuhan. Asal perlu diingat, film ini bukanlah sebuah tontonan untuk anak-anak. Sebab tak jarang di dalamnya menampilkan adegan-adegan sadis yang tak elok di mata yang dapat menyebabkan gigi ngilu. Serius!

8,5/10.

Friday, February 06, 2015

PROJECT ALMANAC

Filmnya mengambil genre scienc-fiction dan berkisah tentang time travel (perjalanan waktu). Walaupun disutradarai oleh seorang debutan, film ini diproduseri Michael Bay (yang sempat memproduseri film gede seperti Transformers, TMNT, dll). Salah satu hal yang membuatku tertarik ingin menonton film ini, sebenarnya sih.

Bisa dibilang film ini tentang sekelompok anak-anak SMA, serta wajar bila dialognya khas remaja. Konyol, lucu dan jujur. Untuk cerita, sekitar 30 menit pertama alur memang terasa lambat. Namun setelah itu mulai terasa sangat serius dan intens seiring dengan konflik yang terjadi pada tokoh-tokoh filmnya. Project Almanac menitikberatkan pada apa yang terjadi dan bagaimana konsekuensinya bila merubah masa lalu. Tentu memberikan dampak pada realitas sekarang. Emosi dan ego turut mempengaruhi segalanya. Dan pada akhirnya endingnya seolah-olah memaksa penonton untuk memilih apakah kisah ini berakhir baik atau buruk. Tergantung opini penonton masing-masing.

Anyway, film ini menggunakan sudut pandang dari rekaman handycam. Kalau dunia perfilman lazim disebut dengan "found-footage". Beberapa film yang memakai teknik seperti ini sebut saja Paranormal Activity, Cloverfield dan juga Rec). Bagi yang tidak terbiasa mungkin bisa mengakibatkan mata dan kepala puyeng.

Akhir kata, Project Almanac adalah sebuah film yang fun-fun saja menurutku. Tinggal terserah kalian aja lagi sih.

6,5/10.

Saturday, January 31, 2015

PK

Akhirnya ada juga waktu bagi saya untuk menyaksikan film yang disutradarai oleh Rajkumar Hirani (ingat 3 Idiots?) ini. Dan, wow, sebuah film yang brilian! Walaupun ini film Bollywood, percayalah, ini sebuah tontonan yang wajib disimak oleh siapa saja. Banyak pesan-pesan positif yang disampaikan di sini. Terutama terkait dengan kepercayaan manusia terhadap Tuhan dan makna hidup.

Tema film ini sebenarnya berat. Namun dibuat dalam bentuk komedi hingga terkesan ringan. Sebagai penonton, saat menonton film ini kita dituntut untuk open minded (berpikiran terbuka). Sebab film ini menghantam semua agama dan kepercayaan dari segala aspek. Bila menontonnya hanya sekadar mengandalkan fanatisme buta belaka, sudah barang tentu akan berbuah kemarahan dan reaksi keras terhadap PK yang dibaca Peekay (arti: mabuk) ini. Itulah alasannya mengapa film ini sendiri mendapat perlawanan di India sono. Bahkan katanya sempat dicekal penayangannya.

Film PK ini menyuguhkan twist (kejutan besar) yang di luar dugaan. Indah sekali. Pria segagah atau semacho apapun pasti akan tersentuh, terharu bahkan menangis saat twist tersebut diungkap. Menghadirkan sebuah konklusi bahwa komunikasi adalah kunci untuk meraih kebahagiaan.

Akhir kata, PK adalah film bagus yang menawan sekaligus menyentuh hati. Highly recommended!

9/10.

Tambahan:
- Anushka Sharma cakepnya kurang ajar banget nih dengan rambutnya yang pendek itu. Cute!
- Resmi! PK merupakan film India yang memperoleh pendapatan terbanyak sepanjang sejarah perfilman India itu sendiri.

Monday, January 26, 2015

THE IMITATION GAME

Bisa dikatakan bahwa The Imitation Game adalah film biopik terbaik tahun ini. Yang namanya biopik, sudah barang tentu mengambil kisah nyata. Menceritakan seorang Alan Turing (diperankan oleh Benedict Cumberbatch), sang ahli matematika berkebangsaan Inggris yang berhasil memecahkan kode Enigma milik Nazi Jerman saat Perang Dunia II sebagai upaya untuk mempersingkat durasi peperangan yang otomatis akan menyelamatkan jutaan nyawa. Akan tetapi kode yang dihadapi berubah terus setiap 24 jam, menciptakan situasi yang memaksa Turing mengambil langkah cepat, mengajukan permohonan untuk membangun sebuah mesin untuk mengalahkan Enigma Nazi, usaha yang semakin mudah ketika Joan Clarke (diperankan oleh Keira Knightley) ikut bergabung.

Walaupun plot cerita yang pada intinya menawarkan cara-cara pemecahan kode, The Imitation Game secara lengkap juga menggambarkan siapa itu Alan Turing secara personal. Mulai dari kehidupan pribadinya yang tertutup, seorang jenius yang susah ditebak jalan pikirannya, kompleks, sedikit perfeksionis sampai dengan rahasia gelapnya yang adalah seorang homoseksual.

Dengan bernuansa thriller berbalut politik-sejarah, The Imitation Game adalah sebuah film yang menegangkan juga menyentuh. Alur cerita lumayan cepat. Jadi penonton tidak akan merasa bosan. Justru merasakan alur yang sangat intens yang membuat penasaran dari menit per menitnya.

8,5/10.

Semoga berkenan.

Tambahan:
Apa yang telah dihasilkan oleh Alan Turing adalah sebuah penemuan yang luar biasa. Sebab penemuan tersebut pada nantinya akan menjadi sebuah alat yang sangat berguna dan membantu salah satu kebutuhan hidup manusia, yaitu komputer.

Sunday, January 25, 2015

AMERICAN SNIPER

Film ini mengingatkanku dengan sebuah film yang juga bertema perang. Yaitu The Hurt Locker. Masih ingat? Baik itu American Sniper dan The Hurt Locker sama-sama menampilkan kisah peperangan lengkap dengan semangat patriotismenya. Di sisi lain juga menampilkan dampak pasca perang beserta pengaruhnya secara psikologi. Yang membuat dua film ini berbeda adalah tentu saja The Hurt Locker menceritakan tentang pasukan penjinak bom. Sedangkan American Sniper menyajikan kisah seorang sniper terbaik serta mematikan yang pernah dimiliki oleh tim Navy Seal, tim perang elit yang dimiliki Amerika Serikat, bernama Chris Kyle (diperankan oleh Bradley Cooper). Btw, Chris Kyle ini merupakan tokoh nyata. Jadi bisa dibilang ini adalah film biopik.

Entah bagaimana, menurut saya filmnya biasa-biasa saja. Si sutradara, Clint Eastwood, sepertinya mencoba menampilkan sisi dilematis di film ini. Yaitu keinginan Kyle untuk terus terjun dalam peperangan yang didasari tanggung jawab profesinya sebagai prajurit atau memilih berkumpul bersama istri dan anak-anak yang dicintainya. Usaha Eastwood sebagian berhasil, tapi ada juga yang kurang.

Namun apapun itu American Sniper tetap mampu memberikan sebuah tontonan drama perang/anti perang yang seru, menegangkan serta emosional. Juga menyelipkan beberapa pesan positif ke penontonnya.

7,5/10.

Tambahan:
American Sniper juga masuk dalam nominasi "Best Picture" ajang Piala Oscar 2015.