Saturday, January 05, 2019

(Visual-kei) NAZARE

Lama tidak mendengarkan lagu-lagu dari band Jepang beraliran visual-kei. Iseng mampir ke website JaME World, eh ada tajuk utama  yang menampilkan sebuah wawancara bersama band baru bernama NAZARE. Saya baca sedikit ulasannya, cukup menarik. Hingga akhirnya saya mencoba untuk mendengarkan PV (video klip) pertama mereka yang berjudul Koufukuron. Nice! Walaupun memang terasa sangat mirip DIR EN GREY, setidaknya band ini memiliki prospek asalkan mereka mampu mempertunjukkan jati diri sebenarnya. Dalam artian, bermain musik yang sesuai dengan karakter bandnya, bukan sekadar band copycat. Sebab band ini sudah didukung oleh personil yang secara skill bisa dikatakan di atas rata-rata. Diberitakan juga bahwa bulan Januari ini NAZARE akan merilis sebuah album yang berisikan 16 buah lagu. Gila, gak tanggung-tanggung! 

Well, penasaran seperti apa NAZARE itu? Silakan ditonton video klip pertama mereka, Koufukuron di bawah ini.

Monday, September 17, 2018

Terima Kasih, Path!

Setelah beberapa hari yang lalu warganet diramaikan dengan isu Path akan segera tutup, akhirnya siang ini isu tersebut terjawab sudah. Melalui aplikasi dan akun Twitter resminya, Path mengumumkan bahwa platform media sosial yang telah beroperasi sejak tahun 2010 ini akan resmi menghentikan layanannya per tanggal 18 Oktober 2018 mendatang. Path tidak lantas pergi begitu saja. Sebagai tanggung jawabnya, Path memberikan kesempatan kepada semua pemilik akun untuk memback-up data (baik itu berupa video, foto, dll) dengan cara mengisi alamat e-mail. Kemungkinan besar data back-up tersebut akan dikirim via e-mail dalam berupa tautan dan pengguna tinggal mengunduhnya saja.

Saya kurang mengetahui apa alasan Path memutuskan untuk menutup layanannya. Namun satu hal yang pasti, Path memang mulai sepi belakangan ini. Saat kejayaannya (sekitar tahun 2013-2014) Path begitu digetoli oleh penggunanya. Saking bekennya saat itu, beberapa persen saham aplikasi ini sempat dibeli oleh perusahaan milik Bakrie Global Group.

Banyak alasan yang melatari kenapa orang-orang mulai enggan bermain Path. Mulai dari sistemnya yang terlalu privacy, banyak yang nge-spam/nyampah, monoton, dikatakan sebagai tempat ajang pamer juga caper, bobot aplikasi yang terlalu berat di hape/gadget, hingga dirasa kalah canggih dan kreatif dibandingkan platform media sosial lainnya, contoh nyatanya seperti Instagram.

Karena sepi itulah kepopuleran Path jadi jauh berkurang. Tidak heran bagi saya apabila akhirnya Path memutuskan untuk menghentikan layanannya. Itu memang hal biasa yang harus dilakukan. Apabila tidak dapat lagi memberikan keuntungan secara finansial, bahkan malah banyak kerugiannya, buat apa dipertahankan lagi.

Walau begitu, bagi saya Path sempat menjadi salah satu tempat favorit untuk bercerita, berbagi, menulis review, maupun sekadar nongkrong sambil memperhatikan aktivitas-aktivitas dari sahabat, teman serta rekan. Banyak fitur dari Path yang menjadi favorit penggunanya. Mulai dari mendengarkan musik, menonton film bioskop atau serial TV, membaca buku, check-in place, #pathdaily, hingga sleep/awake-nya itu. Rasa sedih akan kepergian Path sudah jelas pasti ada. Sangat beralasan mengingat Path merupakan salah satu media sosial yang begitu banyak menyimpan kenangan.

Sayonara, Path. Terima kasih atas waktunya selama ini.

Sunday, September 02, 2018

Heart of Borneo

Apa itu Heart of Borneo? Borneo adalah pulau terbesar ketiga di dunia serta memiliki keanekaragaman hayati global di hutan tropisnya yang kaya. Setidaknya ada 13 spesies pritama, 350 spesies burung, dan 15.000 spesies tumbuhan. Termasuk di dalamnya spesies karismatik, Orangutan, Badak Sumatera, dan Gajah Borneo, serta floranya yang beragam yaitu Kantong Semar, Anggrek Hitam dan Bunga Rafflesia.

Heart of Borneo (HoB) atau yang juga dikenal sebagai Jantung Borneo merupakan inisiatif tiga negara yaitu Brunei Darussalam, Indonesia dan Malaysia untuk pengelolaan kawasan hutan tropis Borneo berdasarkan prinsip pembangunan berkelanjutan dan konservasi. Tujuannya untuk mempertahankan dan memelihara keberlanjutan manfaat salah satu kawasan hutan hujan terbaik yang masih tersisa di Borneo bagi kesejahteraan generasi sekarang dan mendatang. Ikut menjaga kelestarian kawasan Heart of Borneo berarti kita juga melindungi bumi

Saturday, September 01, 2018

Asian Games Menyatukan Kita, Hiduplah Indonesia Raya!

Tanpa terasa 2 minggu sudah pagelaran Asian Games 2018 di negeri kita ini. Dan malam nanti merupakan penutupannya. Dalam kurun waktu 2 minggu terakhir, untuk sesaat kita menolak dipecah-belah dan kita bersatu untuk mendukung Indonesia tanpa peduli suku, agama, dan ras. Semoga, ini bukan hanya sesaat.

Silakan ditonton video di bawah ini. Dijamin mampu membuat Anda merinding. Hiduplah Indonesia Raya!


Tuesday, August 21, 2018

Kabut Asap Mengancam Palangka Raya

Kabut Asap Mengancam. Demikian bunyi tajuk utama dari harian Kalteng Pos edisi hari Selasa, 21 Agustus 2018.

Kebakaran lahan belum bisa dicegah oleh pihak terkait. Palangka Raya dikepung karhutla (kebakaran hutan dan lahan). Tiap hari sirene mobil pemadam kebakaran menjadi hal lumrah didengar. Dalam sehari saja bisa ada 5 titik lebih kebakaran. Mulai dari Kelurahan Kalampangan, Petuk Katimpun, Kereng Bangkirai, Menteng, dan Bukit Tunggal. Ini dapat dibuktikan bahwa akhir-akhir ini setiap pagi dan malam Kota Palangka Raya sudah tercium bau asap yang cukup mengganggu.

Jika masyarakat terus menerus tak peduli dan melakukan pembakaran secara sporadis, maka Palangka Raya terancam kabut asap. Dibutuhkan kesadaran yang tinggi dari masyarakat untuk tidak membakar lahan. Masyarakat juga dihimbau bila ada yang melihat orang membakar lahan, segera laporkan hal tsb kepada pihak berwajib agar yang bersangkutan dapat diproses secara hukum. Bisa dengan cara menghubungi Pusdalops Penanggulangan Bencana Provinsi Kalimantan Tengah di nomor telpon 05364260564 atau via WhatsApp 081251510110.

Jangan biarkan kejadian kabut asap tahun 2015 terulang kembali. Karena selain menguras tenaga, waktu, dan materi, juga memberikan dampak negatif pada kesehatan dan kehidupan masyarakat serta lingkungan.

Tetap waspada. Jangan lengah!