The Jungle Book aslinya adalah sebuah buku karangan Rudyard Kipling yang diterbitkan tahun 1894 silam. Sebuah buku yang dianggap oleh sebagian penggemar buku sebagai buku legendaris. Juga masuk dalam daftar 1001 buku yang wajib dibaca sebelum wafat. Wow! Buku The Jungle Book sendiri di dalamnya berisikan beberapa buah kisah pendek. Salah satunya adalah kisah Mowgli, seorang anak kecil yang hidup di belantara hutan yang diasuh dan dibesarkan oleh keluarga serigala. Kisah Mowgli oleh Disney sudah pernah dibuatkan dalam bentuk film/animasi. Tidak hanya film/animasi, Mowgli juga sempat merambah komik dan video games. Dan pada tahun 2016 ini, kisah Mowgli kembali dihadirkan dalam sebuah film (live-action) dengan judul yang sama, yaitu The Jungle Book. Rilis hari Jumat (8 April 2016) kemarin di Indonesia, seminggu lebih awal dibandingkan perilisannya di kawasan Amerika Utara.
Tipikal film-filmnya Disney yang berkategori semua umur (bila tidak ingin dikatakan filmnya anak-anak), The Jungle Book menawarkan sebuah kebahagiaan dan keceriaan yang bisa dijumpai melalui karakter-karakter di dalamnya. Selain itu pula menampilkan petualangan yang menyenangkan, seru dan juga menegangkan. Belum lagi ditambah dengan latar belakang pemandangan yang cantik serta indah, walaupun kebanyakan berupa CGI. Yang membuat film ini lebih hidup adalah kualitas voice acting-nya. Bagaimana tidak, untuk dubbernya diisi oleh aktor-aktor watak yang terkenal serta mumpuni. Seperti Bill Murray yang mengisi suara Baloo si beruang madu yang lucu terkesan urakan, Ben Kingsley mengisi suara Bagheera si macan kumbang yang bijaksana, dll.
Dari segi penuturan cerita memang bisa dikatakan sedehana, bahkan mungkin tidak ada sesuatu yang baru. Tapi, cara bercerita yang benar-benar humanisme setidaknya menjadi salah satu poin tersendiri bagi film ini. Semua binatang yang ada di film ini seakan-akan sama seperti kita manusia yang memiliki watak serta budi pekerti. Beberapa penyegaran yang ditampilkan berupa humor dalam canda-canda menggelitik juga setidaknya mampu membuat penonton minimal tersenyum lebar. Dan terakhir, penampilan dari Neel Sethi, si aktor cilik berdarah India yang berperan sebagai Mowgli cukuplah menjanjikan.
Secara keseluruhan, film yang disutradarai oleh John Favreau (yang sempat menangani Iron Man, Iron Man 2, Chef, dll) merupakah sebuah film yang benar-benar menyenangkan, membahagiakan sekaligus mengharukan. Dengan total durasi sekitar 110 menit, The Jungle Book cocok sekali sebagai sebuah tontonan keluarga. Karena bebas dari unsur kekerasan dan adegan yang tak pantas. Dan bagi penggemar berat The Jungle Book, inilah saat yang tepat untuk bernostalgia. Terima kasih layak ditujukan kepada Disney yang telah mengangkat kisah Mowgli dan teman-temannya ini ke layar lebar kembali.
7,5/10.
Auuuuuuu............
Saturday, April 09, 2016
Thursday, March 24, 2016
BATMAN v SUPERMAN: DAWN OF JUSTICE
Batman v Superman: Dawn of Justice akhirnya tiba juga di layar lebar. Kita dipaksa menunggu selama 3 tahun sejak pengumuman resmi film ini. Saat itu Warner Bros (pemegang lisensi resmi untuk film-filmnya DC) memproklamasikan bahwa yang akan berperan sebagai Bruce Wayne aka Batman adalah Ben Affleck. Dan bisa diduga reaksi dari para penggemar komik maupun film superhero. Semua menghujat bahkan mengutuk. Karena itu pula lah Ben Affeck memutuskan untuk mengasingkan diri dari dunia online karena tak tahan dengan cercaan.
Yup, itu hanya sekadar intermezzo untuk mengingat kembali. Yang pasti Batman v Superman: Dawn of Justice tayang di Indonesia mulai tanggal 23 Maret 2016 kemarin. Indonesia diberi kepercayaan untuk tayang lebih dahulu dibandingkan negara-negara Asia, juga Eropa, bahkan di Amerika Utara sendiri. Wow!
Berhubung film ini disutradarai oleh Zack Synder, sosok yang juga menghasilkan film-film seperti 300, Watchmen, Sucker Punch serta Man of Steel, sudah bisa ditebak bagaimana isi dari film ini. Ya, benar! Batman v Superman: Dawn of Justice mengambil sisi yang gelap dan serius. Miskin dalam aksi, namun sekali beraksi mempertontonkan pemandangan yang brutal dan sadis. Juga jangan harap bisa dijumpai guyonan-guyonan yang renyah sepanjang film ala film-film superhero-nya Marvel/Disney.
Mau serius atau ringan, tentu tidak masalah. Namun yang menjadi gangguan dalam film ini adalah gaya bercerita Zack Snyder. Sepertinya ia bingung mau konsentrasi pada elemen cerita apa. Semua diceritakan. Hasilnya apa? Kacau. Paruh pertama alur cerita seperti pergi tak tentu arah. Ditambah lagi dengan banyak drama nan datar. Membuat penonton lelah. Untunglah paruh kedua dapat berjalan dengan baik bahkan bagus. Dan terbayar lunas pada 30 menit menjelang akhir di mana segala klimaks/puncak keasyikan film ini bisa dirasakan.
Poin plus dari penyutradaraan Snyder di film ini adalah bahwa Batman v Superman: Dawn of Justice dibuat selogis-logisnya ataupun senyata-nyatanya. Baik itu dalam gaya pertarungan antara dua tokoh komik superhero yang ikonik, maupun juga dari sisi emosional dan pergolakannya. Di mana Superman (masih diperankan Henry Cavill) tidak menyukai cara-cara Batman menghukum para pelaku kriminal, dan Batman yang juga tidak setuju dengan cara pertarungan Superman yang seenaknya membahayakan orang lain. Hal itu didasari karena pergolakan hati masing-masing. Superman yang berusaha menjadi orang benar namun masih dicap salah oleh sebagian orang. Sementara Batman yang doyan memberantas kejahatan tapi belum pernah bisa menemukan makna sesungguhnya dari perjuangannya itu. Inilah yang melatarbelakangi perselisihan serta ketidakpahaman antara Batman dan Superman. Yang akhirnya diprovokasi dan dimanfaatkan oleh pihak ketiga untuk kepentingan tertentu.
Selain duel maut serba hancur-hancuran antara Batman dan Superman yang memanjakan dan menakjubkan mata penonton, yang juga menjadi selling point dalam film ini adalah kehadiran Wonder Woman. Bisa dikatakan bahwa penampilan Wonder Woman yang bernama asli Diana Prince benar-benar mencuri perhatian penonton. Kehadiran Gal Gadot, aktris berdarah Yahudi, menjadi daya tarik tersendiri di mana di film ini ia tampil begitu mempesona dengan aura seksi serta misteriusnya itu.
Keseruan lain juga datang dari sang monster ciptaan Lex Luthor, yakni Doomsday. Mahluk ini berhasil menciptakan kengerian tersendiri. Menebarkan rasa khawatir bagi Trinity (Superman, Batman dan Wonder Woman). Dan Berkat Doomsday lah kita bisa menyaksikan bagaimana Trinity saling bahu membahu secara tim untuk mengalahkan Doosmday!
Batman v Superman: Dawn of Justice sah-sah saja bila dikatakan sebagai pembuka jalan menuju Justice League. Hal ini bisa dilihat dari cameo-cameo para "metahuman" yang ada dalam film ini. Tentunya akan membawa kita kepada referensi superhero lainnya. Di saat Marvel/Disney membutuhkan beberapa judul film agar bisa terhubung ke Avengers, DC/Warner Bros cukup dengan Man of Steel dan Superman v Batman: Dawn of Justice untuk membawa ke Justice League. Terkesan dipaksakan dan kurang rapi. Sebab ada beberapa origin yang belum disampaikan. Namun saya yakin hal ini akan dipoles pada film-film DC/Warner Bros selanjutnya.
Sebagai film superhero, menurut saya Batman v Superman: Dawn of Juctice yang total durasi waktunya memakan 2,5 jam ini masih cukup layak untuk disimak. Memang ada beberapa kekurangan, namun berhasil tertutupi dengan kelebihan lainnya. Jangan pedulikan rating film ini di berbagai situs atau portal film. Terutama Rotten Tomatoes yang memberikan rating 34% (sampai saat saya menulis review ini). Karena selera masing-masing orang tentu saja berbeda.
Oh iya, film ini diberi rating usia 13+. Ada baiknya anak-anak yang berusia di bawah 13 tahun untuk tidak diajak nonton. Selain ada beberapa isi yang tidak pantas, juga banyak bagian-bagian yang agak susah untuk dicerna dan dimengerti. Justru kebingungan yang didapat nantinya.
Semoga berkenan.
7/10.
Yup, itu hanya sekadar intermezzo untuk mengingat kembali. Yang pasti Batman v Superman: Dawn of Justice tayang di Indonesia mulai tanggal 23 Maret 2016 kemarin. Indonesia diberi kepercayaan untuk tayang lebih dahulu dibandingkan negara-negara Asia, juga Eropa, bahkan di Amerika Utara sendiri. Wow!
Berhubung film ini disutradarai oleh Zack Synder, sosok yang juga menghasilkan film-film seperti 300, Watchmen, Sucker Punch serta Man of Steel, sudah bisa ditebak bagaimana isi dari film ini. Ya, benar! Batman v Superman: Dawn of Justice mengambil sisi yang gelap dan serius. Miskin dalam aksi, namun sekali beraksi mempertontonkan pemandangan yang brutal dan sadis. Juga jangan harap bisa dijumpai guyonan-guyonan yang renyah sepanjang film ala film-film superhero-nya Marvel/Disney.
Mau serius atau ringan, tentu tidak masalah. Namun yang menjadi gangguan dalam film ini adalah gaya bercerita Zack Snyder. Sepertinya ia bingung mau konsentrasi pada elemen cerita apa. Semua diceritakan. Hasilnya apa? Kacau. Paruh pertama alur cerita seperti pergi tak tentu arah. Ditambah lagi dengan banyak drama nan datar. Membuat penonton lelah. Untunglah paruh kedua dapat berjalan dengan baik bahkan bagus. Dan terbayar lunas pada 30 menit menjelang akhir di mana segala klimaks/puncak keasyikan film ini bisa dirasakan.
Poin plus dari penyutradaraan Snyder di film ini adalah bahwa Batman v Superman: Dawn of Justice dibuat selogis-logisnya ataupun senyata-nyatanya. Baik itu dalam gaya pertarungan antara dua tokoh komik superhero yang ikonik, maupun juga dari sisi emosional dan pergolakannya. Di mana Superman (masih diperankan Henry Cavill) tidak menyukai cara-cara Batman menghukum para pelaku kriminal, dan Batman yang juga tidak setuju dengan cara pertarungan Superman yang seenaknya membahayakan orang lain. Hal itu didasari karena pergolakan hati masing-masing. Superman yang berusaha menjadi orang benar namun masih dicap salah oleh sebagian orang. Sementara Batman yang doyan memberantas kejahatan tapi belum pernah bisa menemukan makna sesungguhnya dari perjuangannya itu. Inilah yang melatarbelakangi perselisihan serta ketidakpahaman antara Batman dan Superman. Yang akhirnya diprovokasi dan dimanfaatkan oleh pihak ketiga untuk kepentingan tertentu.
Selain duel maut serba hancur-hancuran antara Batman dan Superman yang memanjakan dan menakjubkan mata penonton, yang juga menjadi selling point dalam film ini adalah kehadiran Wonder Woman. Bisa dikatakan bahwa penampilan Wonder Woman yang bernama asli Diana Prince benar-benar mencuri perhatian penonton. Kehadiran Gal Gadot, aktris berdarah Yahudi, menjadi daya tarik tersendiri di mana di film ini ia tampil begitu mempesona dengan aura seksi serta misteriusnya itu.
Keseruan lain juga datang dari sang monster ciptaan Lex Luthor, yakni Doomsday. Mahluk ini berhasil menciptakan kengerian tersendiri. Menebarkan rasa khawatir bagi Trinity (Superman, Batman dan Wonder Woman). Dan Berkat Doomsday lah kita bisa menyaksikan bagaimana Trinity saling bahu membahu secara tim untuk mengalahkan Doosmday!
Batman v Superman: Dawn of Justice sah-sah saja bila dikatakan sebagai pembuka jalan menuju Justice League. Hal ini bisa dilihat dari cameo-cameo para "metahuman" yang ada dalam film ini. Tentunya akan membawa kita kepada referensi superhero lainnya. Di saat Marvel/Disney membutuhkan beberapa judul film agar bisa terhubung ke Avengers, DC/Warner Bros cukup dengan Man of Steel dan Superman v Batman: Dawn of Justice untuk membawa ke Justice League. Terkesan dipaksakan dan kurang rapi. Sebab ada beberapa origin yang belum disampaikan. Namun saya yakin hal ini akan dipoles pada film-film DC/Warner Bros selanjutnya.
Sebagai film superhero, menurut saya Batman v Superman: Dawn of Juctice yang total durasi waktunya memakan 2,5 jam ini masih cukup layak untuk disimak. Memang ada beberapa kekurangan, namun berhasil tertutupi dengan kelebihan lainnya. Jangan pedulikan rating film ini di berbagai situs atau portal film. Terutama Rotten Tomatoes yang memberikan rating 34% (sampai saat saya menulis review ini). Karena selera masing-masing orang tentu saja berbeda.
Oh iya, film ini diberi rating usia 13+. Ada baiknya anak-anak yang berusia di bawah 13 tahun untuk tidak diajak nonton. Selain ada beberapa isi yang tidak pantas, juga banyak bagian-bagian yang agak susah untuk dicerna dan dimengerti. Justru kebingungan yang didapat nantinya.
Semoga berkenan.
7/10.
Friday, March 11, 2016
Memburu Gerhana Matahari Total di Bukit Tangkiling, Palangka Raya
Sebagaimana kita ketahui bersama, hari Rabu tanggal 9 Maret 2016 bertepatan dengan Hari Raya Nyepi kemarin merupakan hari di mana terjadi sebuah fenomena alam, yakni pertunjukan kosmik Gerhana Matahari Total (GMT). Lebih spesialnya, kali ini GMT hanya terjadi di negara Indonesia saja. Ada beberapa wilayah. Mulai dari dari pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi sampai dengan Maluku Utara. Dan Palangka Raya, menjadi salah satu daerah yang beruntung dilewati oleh jalur GMT. Oleh karena itulah saya pribadi tentunya sangat antusias menyambut kehadiran GMT ini.
Bersama rombongan, yang isinya beberapa murid sekolah SMP dan SMA, serta kawan-kawan dari NGAMEN (NGANU MANAJEMEN), kami melaksanakan pengamatan GMT di Bukit Tangkiling (sekitar 45-60 menit dari kota Palangka Raya). Berangkat dari Palangka Raya menuju Tangkiling pada hari Selasa (8 Maret 2016), pukul 16.00 WIB tepat. Sesampainya di sana, kami pun menginap di sebuah pendopo yang telah disiapkan. Sembari menunggu esok, kami pun melakukan beberapa games, akustik gitaran dan juga sharing astronomi.
Tepat pukul 03.00 WIB pagi, kami telah bangun dan bersiap-siap untuk mendaki Bukit Tangkiling. Sesuai rencana, kami memang akan menyaksikan GMT di puncak Bukit Tangkiling. Dengan alasan supaya bisa melihat lebih jelas. Sekitar pukul 03.30 WIB, hujan turun. Relatif ringan. Namun berangin deras. Dan pukul 04.30 WIB, hujan telah reda. Saya dan rombongan pun akhirnya memulai pendakian Bukit Tangkiling yang lumayan terjal dengan sudut kemiringan kurang lebih 60 derajat. Di tengah pendakian, gerimis yang cukup deras datang. Namun tidak menyurutkan langkah kami untuk terus naik ke atas. Dengan estimasi waktu sekitar 30 menit, kami pun telah sampai di puncak bukit.
Alam sepertinya belum mendukung niat kami untuk menyaksikan GMT ini. Gerimis ringan dan deras terus datang silih berganti. Ditambah lagi dengan awan tebal di atas yang senantiasa betah menutupi Sang Surya. Berikut foto yang saya ambil dari atas Bukit Tangkiling 1 jam sebelum terjadinya GMT:
Walaupun cuaca tidak mendukung, semua orang yang telah hadir di atas Bukit Tangkiling tetap setia menantikan detik-detik terjadinya GMT. Tidak hanya warga lokal, di atas bukit juga banyak dihadiri oleh warga asing. Berikut penampakannya:
Dan tepat pada pukul 07.28 WIB, GMT pun terjadi. Cuaca yang semula terang perlahan berubah menjadi gelap. Suhu pun turun. Ditambah dengan angin yang bertiup kencang. Inilah yang disebut dengan "angin gerhana" dikarenakan adanya perubahan suhu yang signifikan. Selama 2 menit terjadinya GMT orang-orang yang ada di atas Bukit Tangkiling berteriak dan berseru-seru saking kagumnya dengan fenomena alam yang bisa dijumpai di daerah yang sama sekitar 350 tahun lagi. Dan akhirnya cuaca terang kembali. Berikut foto yang sempat saya ambil saat GMT:
Tiga puluh menit selepas GMT, kami pun memutuskan untuk turun bukit. Dan tepat pada pukul 10.00 WIB, saya dan rombongan pulang kembali menuju Palangka Raya. Walau sedikit kecewa karena tidak bisa menyaksikan GMT, yakni saat Matahari tertutup oleh Bulan sepenuhnya, juga ingin melihat Korona yang super indah itu, setidaknya kami pernah merasakan bagaimana situasi keadaan di sekeliling kita saat terjadinya GMT. Suatu peristiwa yang mungkin akan kita alami sekali saja dalam hidup kita.
Oh, iya. Temannya teman saya saat GMT kemarin berhasil mendapatkan spot (titik) GMT yang menurut saya cukup bagus. Orang tersebut mengambil gambar di bawah Jembatan Kahayan Palangka Raya. Berikut hasil fotonya:
Bagaimana? Lumayan jelas, bukan?
Oke, segini saja ringkasan/cerita saya seputar menyaksikan Gerhana Matahari Total 2016 kemarin. Sekadar informasi, Gerhana Matahari Total akan terjadi lagi di Indonesia pada tahun 2023 di Papua. Jadi bagi yang masih penasaran ingin lihat GMT, segera menabung mulai sekarang. Dan tentunya jaga kesehatan agar umur panjang.
Salam.
Bersama rombongan, yang isinya beberapa murid sekolah SMP dan SMA, serta kawan-kawan dari NGAMEN (NGANU MANAJEMEN), kami melaksanakan pengamatan GMT di Bukit Tangkiling (sekitar 45-60 menit dari kota Palangka Raya). Berangkat dari Palangka Raya menuju Tangkiling pada hari Selasa (8 Maret 2016), pukul 16.00 WIB tepat. Sesampainya di sana, kami pun menginap di sebuah pendopo yang telah disiapkan. Sembari menunggu esok, kami pun melakukan beberapa games, akustik gitaran dan juga sharing astronomi.
Tepat pukul 03.00 WIB pagi, kami telah bangun dan bersiap-siap untuk mendaki Bukit Tangkiling. Sesuai rencana, kami memang akan menyaksikan GMT di puncak Bukit Tangkiling. Dengan alasan supaya bisa melihat lebih jelas. Sekitar pukul 03.30 WIB, hujan turun. Relatif ringan. Namun berangin deras. Dan pukul 04.30 WIB, hujan telah reda. Saya dan rombongan pun akhirnya memulai pendakian Bukit Tangkiling yang lumayan terjal dengan sudut kemiringan kurang lebih 60 derajat. Di tengah pendakian, gerimis yang cukup deras datang. Namun tidak menyurutkan langkah kami untuk terus naik ke atas. Dengan estimasi waktu sekitar 30 menit, kami pun telah sampai di puncak bukit.
Alam sepertinya belum mendukung niat kami untuk menyaksikan GMT ini. Gerimis ringan dan deras terus datang silih berganti. Ditambah lagi dengan awan tebal di atas yang senantiasa betah menutupi Sang Surya. Berikut foto yang saya ambil dari atas Bukit Tangkiling 1 jam sebelum terjadinya GMT:
Oh, iya. Temannya teman saya saat GMT kemarin berhasil mendapatkan spot (titik) GMT yang menurut saya cukup bagus. Orang tersebut mengambil gambar di bawah Jembatan Kahayan Palangka Raya. Berikut hasil fotonya:
![]() |
| Kredit foto: Topan S.A. |
Oke, segini saja ringkasan/cerita saya seputar menyaksikan Gerhana Matahari Total 2016 kemarin. Sekadar informasi, Gerhana Matahari Total akan terjadi lagi di Indonesia pada tahun 2023 di Papua. Jadi bagi yang masih penasaran ingin lihat GMT, segera menabung mulai sekarang. Dan tentunya jaga kesehatan agar umur panjang.
Salam.
Thursday, February 18, 2016
DISTORSI MAXIMUM X
Setelah lama vakum (hampir 2 tahun), DISTORSI MAXIMUM bangkit dari mati surinya. PALANGKA RAYA METAL CORNER (PMC) selaku penyelenggara dengan bangga mempersembahkan event yang sangat ditunggu-tunggu oleh penikmat musik metal kota Palangka Raya, yaitu DISTORSI MAXIMUM X. DISTORSI MAXIMUM X akan dihelat pada hari Sabtu, tanggal 27 Februari 2016 mendatang dan mengambil tempat di Aula Batang Garing.
Seperti kebiasaannya, DISTORSI MAXIMUM X mendatangkan sebuah band yang dirasa cukup untuk mewakili musik metal sebagai headliner utama event cadas ini. Kali ini yang bakal meneror metalhead dengan alunan musik brutalnya adalah band yang berasal dari kota Bekasi, yakni ASPHYXIATE. Bagi metalhead sejati, siapa sih yang tidak mengenal band ini.
Selain headliner, DISTORSI MAXIMUM X juga akan diisi oleh penampilan band-band cadas kota Palangka Raya serta kota-kota lainnya. Sebut saja seperti STONEHEAD, INFEKSI, GRINDBOROKS, AFTER CHAOS, NEW DAY IS OVER, METANIAC, THRASHER, NATURE DEPRAVITY, RIWUT, DEATH CEREMONY, dan masih banyak lainnya.
Sayang rasanya bila acara seperti ini dilewatkan begitu saja. So, buat metalhead Palangka Raya, ditunggu kehadirannya. Apalagi HTM hanya sebesar 15 ribu saja. Dan itu sudah mendapatkan bonus produk.
METAL NYAMAH MAHUTUS!
Tambahan:
Info lanjut, pantau akun Twitter @pmc666.
Seperti kebiasaannya, DISTORSI MAXIMUM X mendatangkan sebuah band yang dirasa cukup untuk mewakili musik metal sebagai headliner utama event cadas ini. Kali ini yang bakal meneror metalhead dengan alunan musik brutalnya adalah band yang berasal dari kota Bekasi, yakni ASPHYXIATE. Bagi metalhead sejati, siapa sih yang tidak mengenal band ini.
Selain headliner, DISTORSI MAXIMUM X juga akan diisi oleh penampilan band-band cadas kota Palangka Raya serta kota-kota lainnya. Sebut saja seperti STONEHEAD, INFEKSI, GRINDBOROKS, AFTER CHAOS, NEW DAY IS OVER, METANIAC, THRASHER, NATURE DEPRAVITY, RIWUT, DEATH CEREMONY, dan masih banyak lainnya.
Sayang rasanya bila acara seperti ini dilewatkan begitu saja. So, buat metalhead Palangka Raya, ditunggu kehadirannya. Apalagi HTM hanya sebesar 15 ribu saja. Dan itu sudah mendapatkan bonus produk.
METAL NYAMAH MAHUTUS!
Tambahan:
Info lanjut, pantau akun Twitter @pmc666.
Thursday, February 11, 2016
DEADPOOL
Deadpool, sebuah film yang memang saya tunggu dan antisipasi perilisannya. Kenapa? Karena tokoh Marvel yang satu ini bisa dibilang merupakan karakter anti-hero yang terhitung unik. Tidak hanya diposisikan sebagai pembunuh yang efektif, efisien, eksentrik serta selera humor satir, juga seorang yang mengidap "kegilaan" karena menegakkan kebenaran dan keadilan dengan caranya sendiri.
Lantas, bagaimana filmnya? Well, Deadpool yang dibesut oleh sutradara tergolong baru namun penuh bakat, yakni Tim Miller, menawarkan kelucuan yang paten mengocok perut, kisah cinta romantis dan penuh dengan aksi memukau. Namun semuanya itu dibalut dengan hal-hal yang sifatnya brutal, sadis, menjijikkan dan penuh kekerasan. Salah besar jika ada yang menganggap bahwa ini adalah film semua umur, apalagi dikatakan sebagai film keluarga. Deadpool adalah film berkategori dewasa. Tak jarang di dalamnya menampilkan konten yang cukup menganggu, baik itu melalui olah kata (verbal) maupun adegan yang vulgar.
Secara alur cerita, Deadpool yang total durasi hanya memakan waktu 100 menit ini relatif gampang untuk dipahami. Mengalir begitu saja. Menggabungkan antara alur yang sekarang dan kilas balik dua tahun sebelumnya. Penokohan karakter yang dibawakan oleh Ryan Reynolds (sebagai Wade Wilson aka Deadpool) patut diberi aplaus. Seakan-akan tidak ada aktor lain yang dapat memerankan Deadpool dengan alami seperti dirinya.
Sebagaimana versi komiknya, di filmnya Deadpool juga dibuat sebagai karakter yang mampu menabrak "dinding ke empat", di mana maksudnya adalah dirinya senantiasa berinteraksi dengan penonton dan menyadari eksistensinya sebagai tokoh utama. Memberikan kredit tersendiri.
Banyak terselip cameo & popular culture reference di film ini. Dengan syarat ya harus memiliki pengetahuan luas. Baik itu seputar film, musik, tokoh, dll. Sebab jika tidak, selamat berbengong-ria aja deh. Lagu-lagu yang menjadi soundtrack di film ini juga layak diacungi jempol karena dapat memberikan kenostalgiaan tersendiri.
Secara keseluruhan, Deadpool wajib untuk disimak. Selain memberikan keseruan dan tawa renyah pada penonton, film Deadpool ini juga mengajarkan kepada kita bahwa segala sesuatunya pasti memiliki perspektif yang berbeda, termasuk dengan apa itu yang namanya superhero.
8/10.
Tambahan:
Begitu film selesai, jangan lekas beranjak dulu. Karena akan ada ending tambahan (post credit).
Lantas, bagaimana filmnya? Well, Deadpool yang dibesut oleh sutradara tergolong baru namun penuh bakat, yakni Tim Miller, menawarkan kelucuan yang paten mengocok perut, kisah cinta romantis dan penuh dengan aksi memukau. Namun semuanya itu dibalut dengan hal-hal yang sifatnya brutal, sadis, menjijikkan dan penuh kekerasan. Salah besar jika ada yang menganggap bahwa ini adalah film semua umur, apalagi dikatakan sebagai film keluarga. Deadpool adalah film berkategori dewasa. Tak jarang di dalamnya menampilkan konten yang cukup menganggu, baik itu melalui olah kata (verbal) maupun adegan yang vulgar.
Secara alur cerita, Deadpool yang total durasi hanya memakan waktu 100 menit ini relatif gampang untuk dipahami. Mengalir begitu saja. Menggabungkan antara alur yang sekarang dan kilas balik dua tahun sebelumnya. Penokohan karakter yang dibawakan oleh Ryan Reynolds (sebagai Wade Wilson aka Deadpool) patut diberi aplaus. Seakan-akan tidak ada aktor lain yang dapat memerankan Deadpool dengan alami seperti dirinya.
Sebagaimana versi komiknya, di filmnya Deadpool juga dibuat sebagai karakter yang mampu menabrak "dinding ke empat", di mana maksudnya adalah dirinya senantiasa berinteraksi dengan penonton dan menyadari eksistensinya sebagai tokoh utama. Memberikan kredit tersendiri.
Banyak terselip cameo & popular culture reference di film ini. Dengan syarat ya harus memiliki pengetahuan luas. Baik itu seputar film, musik, tokoh, dll. Sebab jika tidak, selamat berbengong-ria aja deh. Lagu-lagu yang menjadi soundtrack di film ini juga layak diacungi jempol karena dapat memberikan kenostalgiaan tersendiri.
Secara keseluruhan, Deadpool wajib untuk disimak. Selain memberikan keseruan dan tawa renyah pada penonton, film Deadpool ini juga mengajarkan kepada kita bahwa segala sesuatunya pasti memiliki perspektif yang berbeda, termasuk dengan apa itu yang namanya superhero.
8/10.
Tambahan:
Begitu film selesai, jangan lekas beranjak dulu. Karena akan ada ending tambahan (post credit).
Subscribe to:
Posts (Atom)










