Tuesday, March 30, 2021

Logo Baru Inter Milan

Inter Milan akhirnya secara resmi memperkenalkan logo baru. Logo ini bakal dipakai mulai musim 2021/22 mendatang. Logo baru Inter Milan ini mengusung tema "Nama saya adalah cerita saya". Huruf I dan M di logo anyar ini terjalin dengan lingkaran ganda hitam dan biru yang lebih intens di sekitarnya. Ini juga menjadi perwujudan identitas visual baru yang terkait dengan masa lalu dan kota Milan.

Pergantian logo ini tentunya akan terasa spesial jika Inter Milan bisa menutup musim ini dengan meraih Scudetto. Forza Inter!

Thursday, August 27, 2020

DEATH VOMIT - Dominion Over Creation

Unit death metal asal Yogyakarta, DEATH VOMIT, baru saja meluncurkan album penuh ke-4 yang bertajuk Dominion Over Creation pada tanggal 29 Juli 2020 kemarin. Secara total, album ini berisikan 9 buah lagu yang memakan durasi waktu selama 34 menit.

Band yang tahun ini genap berusia 25 tahun alias seperempat abad, menawarkan sesuatu yang beda dibandingkan dengan album-album sebelumnya. Itu dapat terlihat dari kualitas suara (sound) yang terdengar lebih top-notch. Di samping itu juga, lirik-liriknya (seluruhnya menggunakan bahasa Inggris) digarap lebih berisi dan dalam.

Album Dominion Over Creation dikerjakan sejak Juli hingga Desember 2019 lalu. Untuk perilisannya, diserahkan kepada label Demented Mind Records, yang merupakan milik DEATH VOMIT itu sendiri.

Beberapa track yang bisa saya jadikan highlight dalam album ini diantaranya adalah Where the Devil Blessed (04:08), In War for Deliverance (03:50), Ancient Spell of Evil (05:21), Wings of Wrath (04:25), dan Empire Enforced (06:29). Dari sembilan buah lagu yang ada, satu diantaranya merupakan instrumental.

Buat penggemar musik metal, dibanderol dengan harga yang relatif gampang dijangkau (cuma Rp50 ribu), you should buy and listen this album. And feel free to headbang your fucking head.

In death we trust, in brutal we blast. Hail!

Saturday, June 27, 2020

Liverpool Juara Liga Inggris 2019/2020

Penantian panjang itu berakhir bagi Liverpool. Setelah 30 tahun lamanya, klub Merseyside ini akhirnya bisa menjadi juara Liga Inggris lagi. Liverpool memastikan menyegel gelar juara Liga Inggris 2019/2020. Keberhasian itu diraih usai Manchester City, selaku rival terdekat, kalah 1-2 dari Chelsea di pekan ke-31, Jumat (26/6/2020) dini hari WIB.

Terakhir kali Liverpool menjadi juara kasta tertinggi Inggris terjadi pada musim 1989/1990. Ketika itu, format turnamennya masih bernama Divisi Satu.

Sejak era Premier League dimulai pada musim 1992/1993, Liverpool selalu kesulitan menjadi juara. Hanya empat kali Si Merah mendekati trofi juara, ketika menjadi runner up di musim 2000/2001, 2008/2009, 2013/2014, dan terakhir 2018/2019.

Keberhasilan di musim 2019/2020 membuat Liverpool bisa melengkapi statusnya, dengan juga menjadi juara di era Premier League. Jika ditotal, Liverpool kini punya 19 gelar juara liga, yakni 18 dari Divisi Satu dan satu gelar Premier League.

YOU'LL NEVER WALK ALONE!

Saturday, August 24, 2019

Tugu Dewan Nasional Saksi Bisu Kalteng Calon Ibu Kota

Bisa dibilang jejak sejarah Kalteng sebagai lokasi ibu kota Indonesia tidak hanya berupa Tugu Pemancangan Tiang Pertama Pembangunan Kota Palangka Raya oleh Presiden Soekarno di Jl. S. Parman itu saja. Tetapi juga dibuktikan dengan keberadaan Tugu Dewan Nasional yang bisa dijumpai di halaman Museum Balanga Jl. Tjilik Riwut Km 2,5 Palangka Raya. Tugu ini memiliki tinggi kurang lebih 5 meter dengan maskot sebuah guci. Tugu inilah yang menjadi gagasan awal pembangunan calon ibu kota masa depan oleh Soekarno.

Sejarah tentang tugu ini ada di dalam buku berjudul Kronik Kalimantan (ditulis oleh Nila Riwut) dan pernyataan dari almarhum Prof. Dr. Roeslan Abdulgani yang saat itu menjadi Wakil Dewan Nasional dan menjadi atasan Gubernur Kalteng Tjilik Riwut. Pernyataan dalam bentuk video tersebut diabadikan oleh cucu Tjilik Riwut, Clara Anindita.

Penetapan calon ibu kota ditetapkan dalam sebuah rapat atau kongres Dewan Nasional yang diketuai oleh Presiden Soekarno. Tjilik Riwut yang saat itu adalah Gubernur Kalteng menjadi salah satu anggota Dewan Nasional (bahkan mewakili Kalimantan). Dengan membawa data-data dan peta sebagai pelengkap, Tjilik Riwut mengusulkan agar ibu kota harus dipindahkan ke luar Jakarta. Selain karena Jakarta sudah banyak diisi oleh kepentingan asing, juga karena Kalteng  berada persis di tengah-tengah Indonesia dan tidak akan diganggu oleh kekuatan-kekuatan luar. Gagasan dari Tjilik Riwut ini langsung diterima oleh seluruh anggota Dewan Nasional dan sepakat Kalteng akan menjadi ibu kota.

Kemudian Bung Karno membentuk panitia untuk menindaklanjuti usulan tersebut. Presiden Soekarno juga memerintahkan Prof. Roeslan Abdulgani untuk meresmikan Tugu Dewan Nasional sebagai penanda kesepakatan. Tugu tersebut dibangun di Jl. Tangkiling Km 2,5 yang kini posisinya ada di halaman Museum Balanga Jl. Tjilik Riwut, Palangka Raya.

Dirangkum dari berbagai sumber: Nila Riwut, Esau A. Tambang, Kalteng Pos, dan Tabengan Online.

Sunday, August 18, 2019

Upacara Bendera HUT RI di Lokasi Kebakaran Lahan

Pada peringatan HUT ke-74 Republik Indonesia kemarin (Sabtu, 17/8/2019), saya bersama dengan kawan-kawan dari berbagai komunitas mengikuti upacara bendera di lokasi kebakaran lahan. Adapun lahan yang menjadi lapangan upacara tersebut bertempat di Jl. G. Obos X, Palangka Raya. Warga Kota Palangka Raya kerap menyebut daerah sini dengan istilah "lingkar dalam". Seperti yang saya saksikan dengan mata kepala sendiri, wilayah tersebut sepanjang kiri dan kanan jalan telah mengalami kebakaran yang tergolong parah. Asap tebal dan tipis sesekali api juga masih keluar dari gambut. Sesuai dengan karakteristik gambut, gambut ini memang susah sekali untuk dipadamkan. Memadamkannya memang memerlukan trik tersendiri. Atau bisa juga dengan membasahi gambut secara terus-terusan hingga rongga-rongga gambut di bawahnya terendam habis oleh air. Sebab, bila tidak begitu, walaupun api berhasil dipadamankan, dipastikan dalam beberapa waktu kemudian api akan kembali naik dan menyala kembali. Luar biasa sekali memang yang namanya gambut ini.

Oke, kembali ke topik. Aksi upacara bendera di lokasi kebakaran lahan ini dilaksanakan sebagai bentuk kegelisahan atas kondisi Kota Palangka Raya yang semakin hari semakin disesaki asap kebakaran lahan gambut. Kegiatan yang diinisiasi oleh kawan-kawan dari Institut Tingang Borneo Teater berjalan dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama. Mungkin sekitar 20-30 menit. Upacara langsung diawali dengan pengibaran bendera merah putih, dimana yang bertugas membawakan, menggerek, danmengibarkan bendera adalah siswa dari SMA 5 Palangka Raya. Setelah itu dilanjutkan dengan pembacaan naskah Teks Proklamasi. Disusul kemudian dengan menyanyikan lagu "Hari Merdeka" oleh seluruh peserta upacara, termasuk saya sendiri. Sebuah lagu yang sudah lama tidak saya dendangkan namun untungnya saya masih tetap hafal dengan liriknya. Dan akhirnya upacara bendera ini ditutup dengan pembacaan puisi oleh Abdul Hafidz berjudul "Bhinneka Tunggal ISPA". Sebuah puisi yang diciptakan oleh teman saya juga, yakni Arif Rosidin. Isinya begitu luar biasa. Siapapun yang membacanya saya yakin akan merasa tertampar.

Di sela-sela upacara bendera tersebut, helikopter water bombing kerap melintas di atas kepala kami. Maklum, karena lahan di sebelah tempat kami mengadakan upacara mengalami kebakaran. Bahkan beberapa orang polisi dari satuan Brimob juga tampak membantu memadamkan api dengan modal mobil water canon. Dari sini saya berkaca, bahwa upaya memadamkan kebakaran lahan itu tidak semudah dan seenak yang kita bayangkan. Berjibaku menghadapi api serta terpapar asap itu sungguh
menguras tenaga. Bahkan secara keras dapat saya katakan bahwa itu juga mempertaruhkan nyawa. Jadi ini mungkin menjadi pembelajaran bagi kita agar kita setidaknya sedikit memberikan apresiasi dan pengertian kepada seluruh petugas pemadam kebakaran hutan dan lahan. Tidak ada salahnya juga bila kita mengiringi tugas mereka dengan doa-doa memohon keselamatan dan permohonan kesehatan yang prima.

Kebakaran hutan dan lahan yang melanda Kalimantan Tengah tahun 2019 ini bila tidak serius ditangani dan dibenahi maka jangan heran bila tragedi tahun 2015 akan terulang kembali. Oleh karena itu diperlukan kerjasama dan koordinasi yang apik antara pemerintah, masyarakat, dll agar jangan membakar hutan dan lahan secara sembarangan. Edukasi, usaha pencegahan, dan pengawasan jauh lebih baik ketimbang penanganan atau memadamkan kebakaran.

Semoga Kalimantan Tengah di masa-masa mendatang baik-baik saja. Jangan lengah dan terlena. Itu saja kuncinya.

Foto: Denar/Kalteng Pos