Friday, November 18, 2016

Seribu Lilin & Doa Bersama

Foto oleh: @yatingating (Instagram)
Malam tadi (Jumat, 18/11/2016) sekitar pukul 19.00 WIB di kawasan Bundaran Besar, Palangka Raya ada aksi simpatik/solidaritas yang bertajuk "Seribu Lilin & Doa Bersama" dan dihadiri oleh ratusan warga kota Palangka Raya. Aksi ini merupakan aksi bela sungkawa kepada Intan Olivia Marbun, seorang gadis cilik berusia 2,5 tahun yang menjadi korban meninggal akibat teror bom di Gereja Oikumene, Samarinda beberapa waktu yang lalu.

Selain beberapa tokoh Dayak, pemuka agama, mahasiswa, komunitas-komunitas, dll, dalam aksi tersebut juga hadir Gubernur Kalimantan Tengah, yaitu Bapak Sugianto Sabran. Dalam orasinya beliau mengutuk keras teror bom yang terjadi di Samarinda beserta pelakunya. Ia juga mengatakan bahwa Kalimantan Tengah harus bisa menjadi contoh bagi provinsi lainnya dalam menciptakan dan melaksanakan kerukunan dan kedamaian. Ditambahkan juga bahwa aksi ini adalah simbol persamaan tekat untuk menolak kekerasan dan isu sara.

Salam Bhinneka Tunggal Ika!

Wednesday, November 16, 2016

FANTASTIC BEASTS AND WHERE TO FIND THEM

Mungkin di antara kalian ada yang belum bisa move on dari saga ataupun universe-nya Harry Potter? Mungkin juga ada yang masih merindukan kehadiran film dengan tema sihir yang memukau? Nah, segala penantian kalian, dan juga saya dong tentunya, akhirnya terjawabkan sudah melalui Fantastic Beasts and Where to Find Them arahan sutradara David Yates. Fantastic Beasts tayang serentak mulai hari ini (16/11/2016) di Indonesia. Paling awal dari negara-negara lainnya.

Fantastic Beasts adalah sebuah film yang naskahnya ditulis langsung oleh J.K. Rowling (pengarang buku Harry Potter) itu sendiri. Walaupun banyak orang mengatakan ini adalah sebuah prekuel dari kisah Harry Potter, Fantastic Beasts rasanya lebih tepat bila dikatakan sebagai sebuah spin-off. Karena bisa dibilang pondasi dari film ini tidaklah terlalu kuat. Sebab film ini hanya berdasarkan sebuah buku panduan yang dimiliki oleh murid-murid Hogwarts, di mana buku tersebut isinya berupa daftar hewan-hewan magic (yang ada dalam dunia Harry Potter). Dan buku tersebut diteliti oleh sang tokoh utama film ini, yaitu Newt Scamander (diperankan Eddie Redmayne), seorang magizoologist. Berbeda dengan Harry Potter, Fantastic Beasts mengambil setting di kota New York (bukan lagi Inggris) dan memakai lini masa sekitar 60-70 tahun sebelum Harry Potter and the Sorcerer's Stone.

Secara keseluruhan, filmnya cukup menghibur dan memikat. Menampilkan aksi dan petualangan yang mendebarkan. Untuk soal special effect maupun CGI tak perlu diragukan lagi. Top notch. Nuansa film yang penuh dengan suasana gelap serta sentuhan sihir memberikan intensitas tersediri bagi penonton. Alurnya mungkin sedikit menjelimet, tapi masih bisa untuk diikuti. Guyonan-guyonan atau humor yang ada ditampilkan dalam film ini ampuh dan mujarab untuk membuat penonton tertawa lepas, geli, dan renyah. Dari segi akting, siapa yang berani menyangsikan Eddie Redmayne, aktor watak kelas Oscar? Sangat solid. Dan performanya tersebut didukung oleh cast yang juga luar biasa. Seperti Dan Fogler, seorang "no-maj" (sebutan untuk "muggle"-nya Amerika), Katherine Waterston, Collin Farrel, dll. Omong-omong, endingnya indah sekali looh.

Fantastic Beasts and Where to Find Them saya rasa sudah kokoh sebagai pembuka pentalogy Fantastic Beasts ini. Platform sudah terbentuk. Tinggal kejelian dan kecerdasan dari sutradaranya saja lagi yang dapat mengemudikan serta menentukan apakah filmnya bisa berjalan bagus atau justru sebaliknya. Dan bila bisa sih, tampilkan Albus Dumbledore muda untuk ikut berpetualang bersama Newt Scamander di sekuel berikutnya!

7,5/10

Crucio!

Monday, November 14, 2016

Supermoon di Palangka Raya


Foto oleh: @myjeje (Instagram)
Gambar di samping adalah penampakan supermoon yang diambil dari Jembatan Kahayan, Palangka Raya. Supermoon adalah sebutan di mana bulan sedang dalam keadaan purnama dan posisinya ada pada titik terdekat dengan bumi. Dan spesialnya, supermoon malam ini merupakan jarak terdekat antara bulan dan bumi dalam rentang waktu 70 tahun terakhir. Wow! Rugi dong bila tidak diabadikan.

Saat supermoon bulan akan terlihat lebih besar (sepintas sama aja sih) dan tentu saja lebih terang dari purnama biasanya.

Wednesday, October 26, 2016

DOCTOR STRANGE

Marvel Studio is back! Marvel Cinematic Universe (MCU) kembali bergulir dengan hadirnya sebuah franchise terbaru, yakni Doctor Strange. Ini merupakan film kedua untuk Phase III dalam alur MCU (sebelumnya Captain America: Civil War). Harus diakui Doctor Strange tidak sebeken bahkan sebesar anggota Avengers lainnya, seperti Iron Man, Captain America, Hulk, Thor dll. Namun Doctor Strange memberikan warna dan keunikan tersendiri. Berbeda dengan film-film Marvel seperti biasanya, Doctor Strange penuh dengan nuansa mistis, sihir serta spiritual. Hal yang berbeda inilah yang justru menjadi daya tarik tersendiri.

Sesuai prediksi, visualnya memang luar biasa. Bahkan spesial efeknya bisa dikatakan top notch. Doctor Strange sangat direkomendasikan sekali untuk ditonton versi 3D-nya. Sayangnya, bioskop sini tak memiliki fitur untuk menayangkan 3D. Untuk aksinya terbilang cukup seru, walaupun sebenarnya masih agak kurang greget. Tapi pertarungan sambil merapal mantera setidaknya dapat memberikan keasyikan tersendiri bagi penonton. Alur ceritanya sendiri mengalir dengan cukup cepat dan gampang dimengerti. Beberapa filosofi yang disisipkan dalam ceritanya bagi sebagian penonton mungkin agak susah dipahami. Tapi secara umum penyajiannya cukup sederhana serta pas, terlebih-lebih untuk memperkenalkan siapa itu Doctor Strange. Yang menjadi kritik mungkin villain yang kurang berbobot serta cara penyelesaian pada klimaks film yang kurang bagus dan berkesan. Yang menjadi poin tambahan dari film ini adalah penempatan jokes-nya yang tepat. Tak ayal sesekali mampu memuat penonton tertawa lepas.

Untuk casting, sepertinya sudah tepat. Siapa yang berani meragukan aktor sekelas Oscar seperti Benedict Cumberbatch. Juga aktris cantik Rachel McAdams. Terutama aktris senior Tilda Swinton yang berhasil memerankan sosok The Ancient One yang agung dan penuh karisma. Tak bisa ditampik ini merupakan garapan yang apik dari sang sutradara Scott Derrickson, dimana sineas ini sebenarnya lebih berpengalaman dalam menyutradarai film horor. Karya-karyanya bisa dilihat pada Sinister, Deliver Us from Evil hingga The Exorcism of Emily Rose.

Doctor Strange memang tidak bisa juga dikatakan sebagai film luar biasa. Namun yang pasti film ini bisa dibilang sudah memiliki pondasi yang solid dan bagus untuk menuju kelanjutan atau sekuelnya nanti. Menyaksikan Doctor Strange ibarat perpaduan antara film Iron Man, Harry Potter dan Inception. Masih ragu untuk menontonnya?

7/10

Tambahan:
Ada dua buah ending tambahan (mid-credit & post-credit scene) setelah filmnya selesai. So, jangan beranjak pulang dulu. Apalagi ending bagian pertama sangat worth banget buat disimak. Ada cameo anggota Avengers serta sedikit cerita untuk kontinuitas film-film Phase III Marvel Cinematic Universe.

Sunday, October 23, 2016

Sebagai Narasumber di Sebuah Forum Diskusi

Saat forum diskusi dengan tema "Diseminasi Informasi Lingkungan untuk Generasi Muda Kalimantan Tengah" dalam event bertajuk Pemuda Bicara: Untuk Lingkungan, Budaya dan Siaga Bencana Kalimantan Tengah yang diadakan pada hari Minggu, 16 Oktober 2016 lalu, di Gedung KONI Jl. Cilik Riwut Palangka Raya.

Pada foto saya yang mengenakan kemeja biru. Saya hadir sebagai narasumber mewakili akun medsos @infoplk. Di sebelah kanan saya berturut-turut adalah Haris Sadikin (PWI Kalimantan Tengah), Rohansyah (Pemimpin Redaksi Kalteng Pos) dan Ridzki R. Sigit (Direktur Mongabay Indonesia) selaku moderator.

Agak getir juga duduk bersama narasumber yang merupakan orang-orang penting. Sedangkan saya cuma apalah gitu. Hahaha.