Saturday, November 21, 2015

THE HUNGER GAMES: MOCKINGJAY PART 2

The Hunger Games: Mockingjay Part 2 rilis serentak di Indonesia mulai hari Jumat, 20 November 2015 kemarin. Menjadi rangkaian penutup kisah film The Hunger Games yang telah dimulai sejak tahun 2012 lalu. Merupakan adaptasi dari novel terlaris yang mengambil tema/genre dystopia (post apocalypse). Apakah film Mockingjay Part 2 berhasil menjadi penutup yang baik?

Saya memiliki keyakinan bahwa film bagus itu memiliki formula yang simple seperti ini: Dimulai dari pembentukan latar belakang, kemudian dilanjutkan dengan tensi yang membangun sebuah cerita. Setelah memperkenalkan permasalahan, barulah dilampiaskan dengan bagian klimaks (titik puncak ketegangan). Jangan lupa selingi dengan humor dan aspek emosional di dalamnya. Bahkan lebih bagus lagi bila diselipi dengan pesan-pesan kemanusiaan, kehidupan serta filosofi membangun.

Kita tahu bahwa Mockingjay untuk filmnya dibelah menjadi dua bagian. Part 1 dan Part 2. Biasalah, masalah bisnis demi mengeruk banyak duit. Part 1 yang tayang tahun kemarin sudah menampilkan pembangunan cerita yang cukup kuat dan enak disimak. Nah, karena itulah orang-orang cenderung berekspektasi bahwa Part 2-nya nanti bakal hadir gila-gilaan dan hancur-hancuran dengan aksi yang banyak dan spektakuler. Memang begitu sih seharusnya. Tapi ternyata apa, saudara-saudara? Biasa saja. Relatif datar dan miskin aksi.

Mockingjay Part 2 sepertinya begitu kesulitan untuk mengembangkan kisahnya seperti apa lagi.  Untung saja sudah tertolong karena konsep yang bagus. Ekspektasi saya langsung kendur saat 60 menit pertama Mockingjay Part 2 masih saja repot dan bertele-tele dengan alurnya. Entah berapa kali saya menguap. Untunglah di pertengahan film kengantukan saya bisa disentak dengan beberapa adegan yang cukup intens dan seru. Salah satunya tengok saja aksi dikejar-kejar mahluk mutasi di terowongan air bawah tanah yang super menegangkan itu. Sayangnya, selepas itu tensi kembali turun walaupun menjelang bagian akhir nanti terdapat peningkatan karena adanya plot twist yang sebenarnya gampang ditebak.

Secara keseluruhan, Mockingjay Part 2 tetap oke lah buat ditonton walaupun sebenarnya saya masih berharap lebih. Saya pikir harusnya Mockingjay ini tak perlu dibuat Part 1 dan Part 2. Cukup jadikan satu film saja. Pasti oke deh. Masa seri film The Hunger Games yang memakan waktu selama 4 tahun dan total durasi waktu 9 jam harus ditutup dengan yang terlalu biasa dan kurang greget?

6/10.

Real or not real? Propaganda!

NB: Jennifer Lawrence cantik banget!

Saturday, November 07, 2015

SPECTRE

Jujur, Spectre cukup mengecewakan. Jauh dari pakem James Bond itu sendiri, yaitu yang kental dengan aksi spionase (pemata-mataan) nan seru serta menegangkan. Kali ini Spectre tak jauh bedanya ibarat sebuah FTV yang ditampilkan dengan genre action. Tak lebih! Bisa dibilang ini merupakan film James Bond terlemah di eranya Daniel Craig. Mana itu seorang James Bond berdarah dingin yang lagaknya brutal dan sadis ala Casino Royale? Mana juga itu gadget-gadget canggih yang dikenakan Bond yang dapat membuat penonton berdecak kagum? Nyaris tidak ada sama sekali. Spectre, dengan modal dana yang luar biasa besarnya (triliunan rupiah) hanya mampu menampilkan mobil keren dan jam tangan canggih murahan saja. Medioker!

Begitu adegan pembuka sepanjang 15 menit di Meksiko yang lumayan bisa membuat saya menahan nafas itu, saya merasa optimis bahwa filmnya bakal berjalan bagus. Namun apa daya, justru berputar 180 derajat. Yang ada adalah semakin panjang dan lama film berjalan, semakin datar pula alur filmnya. Nyaris tak ada elemen kejutan. Naskah filmnya sepertinya yang bermasalah di sini. Narasinya sudah bagus padahal. Konflik ceritanya juga, di mana Bond nantinya akan menemukan hubungan (masa lalu) yang menakutkan antara dirinya sendiri dan musuh yang ia cari.

Spectre, film ke-24 James Bond, sangat disayangkan sekali kenapa bisa berakhir seperti ini. Film sekelas dan seeksklusif James Bond harus dieksekusi dengan cara yang pasaran. Sebenarnya ini sudah bisa dikenali melalui "gejala-gejala"-nya. Tengok aja mulai dari poster yang mengecewakan. Sampai dengan Daniel Craig yang kesannya setengah-setengah dalam mempromosikan film ini. Bila sudah begini, saya yakin sekali Daniel Craig tidak akan dikontrak lagi untuk film ke-25 James Bond.

Jadi, bila kalian telah memasang ekspektasi tinggi terhadap film ini, segera turunkan. Agar tak berbuah kekecewaan. Sekadar saran.

5/10.

Wednesday, November 04, 2015

Berkunjung ke Titik Panas Tumbang Nusa

Siang tadi di salah satu titik panas wilayah Tumbang Nusa, selain menyalurkan 700 buah masker N95 dan multivitamin serta obat-obatan, saya juga berkesempatan untuk menyaksikan secara langsung bagaimana luar biasanya perjuangan para relawan "Jumpun Pambelom" dan "Sekolah Relawan" yang bahu membahu membuat sumur bor guna menyiram tanah gambut yang terbakar dan mengeluarkan asap. Salut dan hormat saya juga buat prajurit TNI yang bekerja tanpa kenal lelah.

Sempat ngobrol dengan salah satu relawan di situ. Namanya Intan. Asal Bogor. Ia mengatakan api sudah mulai naik lagi. Karena di Tumbang Nusa sendiri baru hujan sebanyak 3 kali saja. Kalau lengah dan tidak diperhatikan, maka kabut asap dapat kembali menyerang. Mesti waspada.

Saya mengerti dan merasakan sekali betapa beratnya pekerjaan mereka. Walaupun begitu, mereka selalu siap untuk melaksanakannya tanpa pamrih. Saya hanya bisa berdoa kiranya Tuhan senantiasa menyertai dan melindungi mereka. Amin.

Friday, October 30, 2015

Bagi-bagi Masker, Multivitamin & Obat-obatan ke Lokasi Pembuangan Sampah

Pukul 09.00 WIB pagi tadi saya (bersama adik) mendatangi Tempat Pembuangan Sampah Akhir yang terletak di Jl. Cilik Riwut Km 14 guna membagikan masker N95, multivitamin buat anak dan dewasa serta obat-obatan. Memang sih kabut asap sudah berkurang dan relatif kondusif. Namun masker N95 setidaknya masih bermanfaat bagi mereka para pemulung yang tiap harinya selalu kena paparan sampah.

Saya cukup tersentuh dgn pemandangan yang ada di situ. Orang-orang yang mengais sampah bergunung-gunung hanya demi mendapatkan sesuap nasi. Juga anak kecil (kebanyakan tidak sekolah) yang mesti membantu orang tuanya. Sesungguhnya hidup saya masih jauh lebih beruntung ketimbang mereka.

Semoga apa yang saya salurkan tadi (walaupun tidak seberapa) bisa berguna dan bermanfaat bagi mereka.

Wednesday, October 28, 2015

Aksi Sosial ke Panti Jompo & Panti Asuhan

Hari Sabtu, tanggal 24 Oktober 2015 kemarin, saya yang tergabung dalam Relawan Melawan Asap Palangka Raya bekerja sama dengan Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FKIP Universitas Palangka Raya mengadakan aksi sosial berupa bagi-bagi masker, multivitamin, oksigen, pakaian layak pakai, dll. Aksi sosial ditujukan pada dua tempat. Yaitu Panti Jompo Sinta Rangkang dan Panti Asuhan Agape. Kedua panti ini berada di Tangkiling (Kecamatan Bukit Batu), sekitar 30 km dari pusat kota Palangka Raya dan memakan waktu 30 menit perjalanan darat.

Rombongan berangkat dari halaman kampus FKIP Universitas Palangka Raya sekitar pukul 08.30 WIB dengan menggunakan 3 bus dan 2 mobil pribadi. Pukul 09.00 WIB rombongan sampai di Panti Jompo Sinta Rangkang yang langsung disambut oleh beberapa orang pengurus panti. Setelah menyerahkan bantuan secara simbolik, dilanjutkan dengan membagi-bagikan masker kepada semua orang tua yang ada di panti. Dibantu dengan mahasiswa FKIP Universitas Palangka Raya, pembagian masker dapat berjalan dengan baik dan lancar. Bahkan tak jarang memunculkan perasaan haru.

Kurang lebih sejam berada di panti jompo, rombongan melanjutkan aksinya ke Panti Asuhan Agape. Panti asuhan ini berisikan kurang lebih 70-80 anak, mulai dari yang termuda berumur 3 tahun sampai dengan yang tertua (sudah kuliah). Rombongan disambut dengan hangat oleh pengurus panti. Beliau merasa sangat bersyukur dan berterima kasih sekali karena ada sumbangan berupa masker, multivitamin dan oksigen. Beliau mengaku bahwa panti asuhan yang dia bina belum pernah mendapatkan bantuan dari pihak manapun saat kabut asap mulai menjadi bencana di Kalimantan Tengah. Hampir sejam berada di Panti Asuhan Agape, rombongan pun mohon pamit untuk segera balik ke kota Palangka Raya.

Kami sadar bahwa apa yang kami berikan mungkin tidaklah seberapa. Walau begitu semoga bermanfaat bagi mereka dan marilah kita berdoa agar kabut asap ini segera berakhir dan kita bisa kembali menyaksikan betapa indahnya langit yang biru.

Terima kasih kami haturkan kepada donatur yang telah mempercayakan donasinya kepada kita. Tuhanlah yang kiranya membalas segala kebaikan.