Friday, August 11, 2017

ANNABELLE: CREATION

Boneka Annabelle pertama kali muncul di film The Conjuring (2013). Karena besar antusias publik akan boneka ini, dibuatlah spin-off filmnya yang dirilis tahun 2014 kemarin dengan judul Annabelle. Tidak terlalu bagus, namun sukses dalam pendapatan pundi-pundi. Inilah alasan lain kenapa pihak studio kembali menghadirkan Annabelle: Creation di tahun 2017 ini. Secara lini masa, Annabelle: Creation mengambil setting di tahun 1957. Dan mengisahkan asal-usul boneka Annabelle. Jadi bisa dikatakan bahwa film ini adalah prekuelnya. Untuk Annabelle: Creation yang menjadi sutradaranya adalah David F. Sanberg, seorang sineas yang tahun 2016 kemarin sukses luar biasa dengan film tema horornya berjudul Lights Out. Dari pemilihan sutradaranya saja sudah memberikan rasa optimis bahwa Annabelle: Creation akan menawarkan sesuatu yang lebih, lain dan beda. Benar kah?

Dan ternyata itu benar! Annabelle: Creation berhasil bikin malu film sebelumnya. Film ini bukanlah film yang sekadar hanya mengagetkan orang saja. Tapi juga fun dan sangat bisa dinikmati alur ketegangannya. Sang sutradara dengan kreatifitasnya tampil jenius dengan mempermainkan perasaan penonton yang sebenarnya ketakutan tapi juga penasaran untuk mengetahui akan ada kejadian apa selanjutnya. Dengan dukungan sinematografi dan desain suara yang jitu, penonton berhasil dibuat stres serta gelisah dengan teror-teror horor nan menyeramkan yang seakan-akan tiada hentinya itu. Dan klimaksnya apalagi kalau bukan jejeritan bareng di dalam studio bioskop.

Film yang didominasi oleh pemeran wanita ini berhasil menggali lebih mendetail tentang apa itu dan siapa Annabelle. Dan bagaimana bisa begini dan begitu. Dan cara sutradara mengaitkan film ini dengan film sebelumnya juga sangat cerdas. Jadi, sepertinya franchise Annabelle tidak akan stop sampai di sini. Kita tunggu saja. Akhir kata, Annabelle: Creation layak untuk dijajal dan diuji. Siapkan mental dan fisik. Dan jangan lupa ajak gebetan.

7,5/10

1 comment:

vw51irfppm said...

The UV resin materials modified over rapidly to an epoxy-based materials resin. In each circumstances, SLA-1 fashions needed UV oven curing after being rinsed in a solvent cleaner to take away uncured boundary resin. The early resin printers required a blade to maneuver recent resin over the model on each layer. The layer thickness was 0.006 inches Newsboy Hats and the HeCd Laser model of the SLA-1 was 12 watts and swept across the surface at 30 in per second. The 2010s have been the first decade by which metallic end use components similar to engine brackets and large nuts would be grown in job production somewhat than obligately being machined from bar stock or plate. Rapidly design, develop and scale production of better merchandise in less time with the Carbon platform.