Friday, April 03, 2015

FURIOUS 7

Saat mengetahui bahwa sutradara Furious 7 (F7) adalah James Wan, ada sedikit pertanyaan dalam benak saya. Apakah sanggup menangani film ini? Sebab kita ketahui bersama bahwa James Wan adalah seorang sineas yang spesialisasinya ada pada film horor (beberapa karyanya yaitu Insidious, The Conjuring, dll). F7 ini merupakan debut beliau dalam menangani film action yang di dalamnya bertaburan bintang Hollywood. Namun setelah menyaksikan filmnya, akhirnya keraguan saya menjadi tidak berarti sama sekali. The movie was so awesome! Fantastic! Bravo, James Wan!

Di tangan James Wan F7 disulap menjadi sebuah film yang secara total menampilkan aksi yang habis-habisan dan hancur-hancuran. Menghadirkan ketegangan dan tensi yang tiada henti. Seru serta intens sekali. Penonton dipaksa untuk tidak berkedip dari layar sedikitpun. Juga mengajak penonton untuk menghela nafas berdecak kagum. Berbagai aksi tidak hanya datang dari adegan kebut-kebutan yang menampilkan mobil-mobil keren, tapi juga melalui adegan laga baku hantam/pertarungan satu lawan satu antara pihak protagonis dan pihak antagonis. Guna mencairkan suasana agar tidak terlalu tegang, sesekali James Wan menyisipkan adegan-adegan humor/lucu (terutama verbal) yang mampu membuat sebagian penonton tertawa renyah.

F7 menjadi benang merah yang sempurna antara The Fast & The Furious dengan The Furious: Tokyo Drift. Membuat timeline kisah ini yang semula berantakan akhirnya kembali menjadi rapi tanpa ada cela.

Bagian paling menarik dari film juga datang dari endingnya yang sangat emosional itu. Luar biasa indah. Saya sampai merinding dan terharu dibuatnya. Memang tak dapat dipungkiri bahwa F7 ini adalah mutlak sebuah film tribut dan penghormatan terakhir kepada mendiang Paul Walker yang meninggal pada bulan November 2013 lalu. F7 ini juga memberikan pesan kepada penonton bahwa keluarga adalah bagian terpenting di dalam kehidupan siapapun.

Akhir kata, di bawah arahan James Wan, Furious 7 menjadi film terbaik dari semua seri Fast & Furious yang pernah ada dengan menyajikan ketegangan yang meledak-ledak dan juga tentunya perpisahan kita pada Paul Walker.

So long, Paul....

8/10.

Tambahan:
- Soundtrack di film ini bagus-bagus semua. Layak masuk playlist.
- Adik Paul Walker, yaitu Cody dan Caleb, diminta bantuan untuk menjadi body double stuntnya. Secara kasarnya, Paul "diperankan" oleh adik-adiknya itu. Dan dengan teknologi komputer, bagian wajahnya tetap wajah Paul.

No comments: