Saturday, March 02, 2013

Karbitan?

Gak ada salahnya numpang narsis sebentar. Hihihi.
Wah, kasian banget nih saya. Gegara mencintai 2 klub bola, yakni Liverpool dan Inter Milan, saya dikatain fans karbitan oleh seseorang yang tidak saya kenal. Entah, dia mengenal saya dari mana. Itu artinya saya orang terkenal kah? Wow! Harus bangga dong saya. Haha.

Emang, karbitan itu apa sih maksudnya? Menyukai klub bola lebih dari satu? Apakah suka gonta ganti tim? Atau masih newbie di dalam mengenal olahraga sepak bola? Atau mungkin masih cupu di dalam menjadi suporter atau pendukung setia (bahkan fanatik) terhadap tim yang dipujanya? Menurutku sih sebenarnya tidak ada yang namanya karbitan. Kalau pun ada, bukankah kita semua adalah karbitan di hari pertama kita mengenal sepak bola? Dan juga karbitan di hari pertama kita mulai mendukung sebuah klub bola dgn loyalitas tinggi?

Saya mengenal Liverpool sudah lama. Pertama kali nonton Liverpool adalah pada saat final Piala FA melawan Crystal Palace yang ditayangkan oleh TVRI. Lupa tahun berapa. Kalau tidak salah sekitar awal 90-an gitu deh. Waktu itu Liverpool menyerah dari Crystal Palace dengan skor 1-0. Walaupun kalah, The Reds menampilkan permainan yang menawan. Ketika pertandingan selesai, mereka kalah dengan bangga. Tidak berbalut kesedihan. Dari situlah saya mulai jatuh cinta kepada tim yang memiliki stadion bernama Anfield ini.

Saya dulu sempat tergabung dengan Big Reds Indonesia. Menjadi anggotanya pada tahun 2000. Kartu anggotanya sampai sekarang masih ada di dalam dompet saya. Pada kartu tertera nama saya, yaitu Anthony K. T. Sinaga dan nomor register 0200. MLG.000090. Kantor sekretariatnya saat itu masih di kota Bandung, Jawa Barat. Dan pada tahun 2004 Big Reds Indonesia menjadi suporter bola resmi dengan lisensi dari Liverpool-nya sana langsung. Bahkan, Big Reds Indonesia merupakan suporter klub bola resmi pertama di negara Indonesia. Setelah itu bermunculan lah suporter bola resmi lainnya. Seperti United Indonesia, dll.

Bagaimana dengan Inter Milan? Saya mulai mengenal tim asal kota Milan ini sejak tahun 1997. Kurang tahu persisnya gimana perkenalan saya untuk pertama kalinya dengan tim ini. Yang pasti ini secara tidak langsung dikarenakan Liga Italia Serie A ditayangkan oleh RCTI. Dan saat ini saya adalah satu dari sekian ribu orang yang terdaftar dalam suporter bola resmi Inter Milan untuk negara Indonesia, yaitu ICI Moratti.

Setelah sedikit penjabaran di atas, apakah saya masih bisa dikatakan karbitan? Kalo engga, ya syukur. Kalo iya, it's okay. Semua berhak menilai atas nama pribadinya. Asalkan penilaian tersebut jangan dijadikan bahan untuk mengolok-olok.

Peace out.

2 comments:

Kyrie Keka said...

Karbitan itu menurut Keka artinya adalah 'asal jadi'

Jadi umumnya (asal mula sptnya) dipakai utk buah. Buah yg masak di pohon atau buah karbitan, diambil saat belum masak trus diperam dengan menggunakan karbit (lupa deh karbit ini zat apa...)

Haha.. iya bang, mana ada fans karbitan. Adanya mungkin fans fanatik atau fans yg biasa2 aja :D

Ahmad Syawal Kurniawan said...

sama seperti saya, anda menjadi fans karena saat liverpool kalah 1-0.
saya lebih tragis, karena kasihan lihat inter milan kalah dibantai lazio 3-0 pada februari 1998.
dari kasihan akhirnya jadi fans sampai sekarang.
saat pemain bintang pergi dan inter selalu dihina oleh fans klub-klub hebat lain karena tidak pernah juara, saya tidak peduli.

saya tidak dukung pemain. tapi saya dukung Inter Milan.