Apa jadinya bila band heavy metal/hardcore punk jepang MAXIMUM THE HORMONE berkolaborasi dengan ATARASHII GAKKO! yang notabene merupakan grup vokal wanita unik (juga dari Jepang)? Tembang bertajuk SHIMI inilah jawabannya. Luar biasaaa!
SHIMI terdapat dalam single yang dirilis oleh MAXIMUM THE HORMONE pada tanggal 19 Juni 2024 lalu. Single yang bertitel Ki Se I Rush tersebut berisikan 4 buah lagu yang dikemas dalam 2 disc.
Showing posts with label jepang. Show all posts
Showing posts with label jepang. Show all posts
Tuesday, October 08, 2024
MAXIMUM THE HORMONE (feat. ATARASHII GAKKO!) - SHIMI
Saturday, January 05, 2019
(Visual-kei) NAZARE
Lama tidak mendengarkan lagu-lagu dari band Jepang beraliran visual-kei. Iseng mampir ke website JaME World, eh ada tajuk utama yang menampilkan sebuah wawancara bersama band baru bernama NAZARE. Saya baca sedikit ulasannya, cukup menarik. Hingga akhirnya saya mencoba untuk mendengarkan PV (video klip) pertama mereka yang berjudul Koufukuron. Nice! Walaupun memang terasa sangat mirip DIR EN GREY, setidaknya band ini memiliki prospek asalkan mereka mampu mempertunjukkan jati diri sebenarnya. Dalam artian, bermain musik yang sesuai dengan karakter bandnya, bukan sekadar band copycat. Sebab band ini sudah didukung oleh personil yang secara skill bisa dikatakan di atas rata-rata. Diberitakan juga bahwa bulan Januari ini NAZARE akan merilis sebuah album yang berisikan 16 buah lagu. Gila, gak tanggung-tanggung!
Well, penasaran seperti apa NAZARE itu? Silakan ditonton video klip pertama mereka, Koufukuron di bawah ini.
Well, penasaran seperti apa NAZARE itu? Silakan ditonton video klip pertama mereka, Koufukuron di bawah ini.
Sunday, November 02, 2008
DIR EN GREY - UROBOROS
Seperti yang kita ketahui bersama, semenjak tiga hari kemarin telah beredar link untuk men-download album terbaru dari Dir en grey yang dikasih judul UROBOROS itu. Walaupun tentunya ini merupakan salah satu aksi pembajakan, dan itu salah, setidaknya bagi kita-kita yang tidak merasa mampu membeli CD-nya bisa bernafas lega? Benarkah begitu? Tidak juga. Seandainya CD album UROBOROS juga dirilis di Indonesia, aku pasti membelinya. Asalkan distribusinya sampai ke kotaku sini. Begitu link download album ini merebak di media internet, terlintas satu pertanyaan dalam pikiranku: Siapa yang tega menyebarluaskan album ini lebih awal? Bagaimana tidak, sebab secara jadwal album album ini sebenarnya akan dirilis tanggal 12 November 2008 mendatang. Jadi itu sekitar dua minggu menjelang rilisnya album. Usut punya usut, ternyata distributor di Amerika sana yang menyebarkannya dengan perasaan tidak peduli apakah hal itu termasuk cara yang benar atau salah. Atau mungkin juga mereka sudah mengalami stress terlebih dahulu saking tidak sabarnya untuk menyatakan rasa gembira akan album terbaru Dir en grey ini? Well, itu cerita lain.... Yang pasti, GET READY FOR THE MOST ANTICIPATED ALBUM OF THE YEAR!!!
Album UROBOROS, yang merupakan full-length album ketujuh-nya Dir en grey dirilis dalam waktu bersamaan di tiga tempat. Tanggal 11 November 2008 UROBOROS resmi dirilis di kawasan Amerika Utara yang ditangani langsung oleh label The End Records. Untuk negara Jepang dan kawasan Eropa, dirilis tanggal 12 November 2008. Untuk Jepang albumnya diedarkan melalui label Firewall [salah satu anaknya Sony Music Entertainment Japan] dan untuk penyebaran di kawasan Eropa dipercayakan kepada label Gan-Shin. Untuk Amerika, dirilis dalam empat format. Yaitu Digipack CD & DVD, Digital download, CD dan 12" LP album. Sementara di Jepang dirilis dalam tiga buah varian. Varian pertama berisikan 2 CD album plus DVD dan 2 LP box set. Varian kedua berupa 2 CD album. Sementara Varian ketiga hanya verupa CD saja. Bagaimana dengan kawasan Eropa? Hanya dirilis dalam dua type. Type pertama adalah reguler edition dan type kedua berupa special edition. Semoga tidak pusing dengan penjelasanku di atas.
Setelah mendengarkan album ini, mulai dari track awal hingga track akhir, Dir en grey memang menepati janjinya seperti yang mereka janjikan di website official-nya beberapa waktu lalu itu. Di situ mereka mengatakan jika album ini akan terasa lebih "crazy" dibandingkan album sebelumnya yang cukup gagal menurutku, THE MARROW OF A BONE. Namun, album ini tidak hanya sekedar lebih "crazy" saja, tetapi di sisi lain Dir en grey juga memperhatikan dengan benar dan seksama alur musiknya dengan memberikan sentuhan-sentuhan harmonisasi melodi yang manis. Sehingga apa yang ditawarkan dalam album UROBOROS ini menjadi sedikit beda, jika tidak ingin dikatakan unik. Nah, hal ini yang tidak tampak dan tidak bisa ditemukan dalam album THE MARROW OF A BONE. Bahkan, untuk album UROBOROS kali ini, Dir en grey banyak melakukan berbagai eksperimen di dalam menghasilkan sound-sound yang sesuai dengan tema dari album ini, yaitu reincarnation. Dir en grey berani memainkan sound-sound yang agak di luar jalur, seperti nuansa musik ala Ketimur-tengahan melalui alat musik mandolin, oriental, religious dan masih banyak lainnya. Dan yang terpenting adalah Dir en grey kembali memasukkan ciri khas Visual-kei ke dalam beberapa lagu dalam album ini, walaupun ciri khas tersebut tidak terlalu kental kelihatan. Hal ini tentu saja diamini fans-nya dengan sebuah tanggapan yang sangat positif.
Wow, basa-basinya terlalu panjang ya? Sebelum membedah album ini, berikut sekilas profile Dir en grey. Band yang dulunya sempat bernama Deathmask ini memulai debutnya pada tahun 1997. Di dalamnya berisikan lima orang personil. Mereka adalah Kyo [eks La:Sadie's] pada posisi vokal yang memiliki jangkauan vokal sangat tinggi, mulai dari throat-growl, screaming bahkan sampai pada mad-yelling, Kaoru [eks La:Sadie's] pada posisi lead guitar, Die [eks La:Sadie's] juga pada posisi gitaris [tepatnya ritem], Toshiya memegang alat bass dan terakhir sudah tentu Shinya [eks La:Sadie's] yang menggawangi posisi drum. Warna musik yang Dir en grey mainkan sekarang ini bisa dikategorikan dalam genre rock. Awal-awal karir Dir en grey, warna musik mereka sangat khas dengan gaya visual-rock dengan menampilkan ritme musik yang susah dicerna, tapi asyik. Namun seiring waktu berjalan, Dir en grey selalu mencoba genre baru. Mulai dari hard-rock, hardcore, dan nge-metal. Ini bisa dibuktikan dalam album terakhir mereka yang rilis awal tahun 2007 lalu, yaitu THE MARROW OF A BONE. Album UROBOROS versi edaran Amerika ini secara total di dalamnya berisikan 13 buah track lagu plus 2 buah track bonus, yaitu GLASS SKIN [Japanese Version] dan DOZING GREEN [Japanese Version]. Alright, here we go! Tembang pembuka album ini diisi oleh sebuah track intro yang berjudul SABIR [02:00]. Memang track ini tidak bisa dinilai. Namun yang pasti, track intro ini memang sangat oke dijadikan ajang pemanasan serta meningkatkan mood para pendengar untuk mendengarkan lebih lanjut akan isi album ini secara keseluruhan. Pada latar musik ini, bisa didengar scream-scream khas Kyo yang dibarengi dengan permainan petikan mandolin. Track intro ini menyadarkan aku bahwa Dir en grey terakhir kali melakukan hal seperti ini ketika merilis album MACABRE tahun 2000 silam.
Selesai SABIR, langsung dilanjutkan dengan sebuah lagu berjudul VINUSHKA [09:35]. Lagu yang judulnya sangat bertemakan India ini menjadi salah satu lagu favoriteku dalam album ini. Yup, what a great song! Mendengarkan lagu ini sampai memasuki durasi 4 menitan, aku sudah yakin jika ini merupakan sebuah great-ballad song. TERNYATA ITU SALAH! Sebab lagunya semakin berkembang ke arah yang lebih dan makin lama makin mencapai puncaknya berupa sebuah alur musik yang cukup berat dan agrressive dengan permainan instrumental yang super jenius! Itu terjadi pada menit ke 04:20. Sungguh hal tersebut membuat aku terkejut sekali. Saking terkejutnya, sampai durasi lagu ini berakhir aku masih belum bisa menutup mulutku yang menganga. AMAZING SONG! Di bagian cadas, Kyo beraksi dengan low-growl, high pitched screaming plus sedikit mad-yelling-nya. Permainan drum dari Shinya makin terlihat sedikit peningkatan. Aku suka dengan aksi double-bass-peddle Shinya di lagu ini. Walau lagu ini sudah bagus, namun alangkah lebih bagus lagi jika lagu ini hanya cukup sampai pada menit ke 04:20 tadi saja. Sebab, di sini seakan-akan kita menyaksikan dua buah lagu yang digabungkan menjadi satu. Tapi itu tidak menjadi masalah yang berarti! I still love this song! Rasanya ini merupakan lagu dengan durasi terpanjang kedua yang pernah dibuat Dir en grey sesudah Macabre [10:51].
RED SOIL [03:24] menjadi lagu berikutnya. Bagian intro-nya keren, terlebih permainan gitarnya. Mendengarkan lagu ini pada awalnya memang membuat pendengar sedikit merasa ganjil dengan warna musik yang diluar kebiasaan Dir en grey ini. Namun jika didengarkan untuk kedua dan ketiga kalinya, dijamin pasti ketagihan. Lagi pula, sisi baik yang bisa disimak dari lagu ini adalah sentuhan Visual-kei-nya sangat tampak sekali. Interlude-interlude melodic-gitar yang mendawai, mengingatkan kita akan old-school-nya Dir en grey [terutama jaman album GAUZE]. Lagunya terasa mengalami progress mulai dari tempo normal sampai dengan bagian berat pada riff gitar. Mengingatkan aku akan lagu hydra-666. Performa vokal Kyo di lagu ini cukup memukau. Di verses bermain dengan normal-voice yang bersih, dan pada beberapa bagian lainnya beraksi dengan scarry-growl/screaming-nya. Dan pada bagian durasi 02:32, Kyo sedikit menggoda pendengarnya dengan mumbling-nya yang sangat ter-influence dengan Jonathan Davis, sang vokalis band KORN.
Beralih ke tembang selanjutnya, DOUKOKU TO SARINU [03:48]. Lagi-lagi sebuah tembang cadas dan high intense dari Dir en grey, yang mirip dengan lagu-lagu album THE MARROW OF A BONE. Sangat oke jika dipakai untuk sekedar bermoshing-ria maupun ber-headbanging-ria! Walaupun terkesan cadas, lagu ini di waktu bersamaan juga menawarkan sentuhan yang soft dan melodic. Kyo sekali lagi beraksi dengan deep-growl-nya. Tetapi tetap menawarkan kemampuan olah vokalnya melalui ambilan nada-nada range tinggi. Itu bisa disimak pada bagian chorusnya. Nice job, Kyo! Untuk urusan permainan instrumen-nya, well, apresiasi layak diberikan kepada Kaoru, Die dan Shinya yang aksi gitar dan drum-nya begitu matching.
Sekarang giliran lagu TOGURO [03:57]. Yeah, I really love this song! The intro is great! Kocokan interlude gitar dan driving bass-line yang rada nge-groove pada awal lagu sudah memberikan kesan optimis jika lagu ini pasti bakalan terdengar oke. Dan itu memang benar! Tarikan vokal Kyo yang sangat bersih di awal lagu dan juga tentunya sepanjang lagu, sangat terinspirasi dengan pelafalan vokal musik-musik dari negara Timur-tengah. Bagian verses dan chorus juga mampu dibabat Kyo dengan penampilan vokalnya yang kali sungguh luar biasa cantiknya. Memberikan bukti kepada kita bahwa KYO MASIH MAMPU BERNYANYI! You did great, Kyo! Lagunya memang terasa lebih santai. Memberikan kesempatan pada pendengar untuk sejenak ber-cooling-down setelah dua buah track sebelumnya yang rada memakan energi itu. Seharusnya lagu TOGURO ini yang perlu dibuat durasinya sampai 9 menit lebih, bukannya VINUSHKA. Oh iya, sekilas lagu ini memiliki persamaan dengan lagu berjudul Hotarubi [bisa ditemui pada album MACABRE].
GLASS SKIN [04:27] menjadi lagu berikutnya. Berbeda dengan versi singlenya, GLASS SKIN ini liriknya menggunakan bahasa Inggris. Yup, kalian tidak salah baca, bahasa Inggris! Sungguh mengerikan. Kenapa? Jujur saja, Kyo menurutku tidak bagus-bagus amat di dalam pelafalan/ucapakan bahasa Inggris-nya. Jadi yang bisa didengar melalui vokal Kyo hanya berupa suara ala komat-kamit gitu. Apapun itu, this song is still very good!
Selesai GLASS SKIN disusul kemudian dengan tembang selanjutnya, yaitu STUCK MAN [03:34]. Such a grooving song, dengan aksi driving-bass-nya Toshiya yang brilliant! Sekilas, lagu ini memang sangat tipikal banget dengan lagu-lagu miliknya band asal Amerika, RED HOT CHILI PEPPERS. Sebuah terobosan yang cukup berani dari Dir en grey. Memang agak aneh mendengarkan Kyo yang bergaya ala rapper. Namun di luar itu, lagu ini menawarkan sesuatu permainan instrumental yang super-fresh. Bagian bridge dan chorusnya cukup berbobot, dengan lagi-lagi sebuah aksi low-growl dari Kyo yang terdengar tekak/garau. Anehnya, nuansa lagu ini cukup gelap. Sehingga memberikan kesan yang berbau seram dan menakutkan. Kalo tidak salah dengar, di bagian durasi 03:10, apakah benar itu suara sebuah suling ala Timur-tengah?
Merasa kangen dengan Dir en grey saat membawakan lagu super-cadas seperti AGITATED SCREAMS OF MAGGOTS? Hal tersebut bisa kalian jumpai pada track berikutnya yang dikasih judul REIKETSU NARISEBA [03:33]. OH MY FUCKIN' GOD! THIS SONG IS TRULLY KICKASS!!! Kurang lebih seperti DOUKOKU TO SARINU. Cuma lebih berat dan gahar! Dengan riff-riff yang berat dan meraung-raung, serta tabuhan drum ala death-metal dari Shinya, menjadikan lagu ini sebagai lagu paling cadas yang ada di dalam album UROBOROS ini. Interlude-interlude yang ada pada lagu inipun seakan-akan memberikan service kepada para penggemar Dir en grey yang metal-freak untuk memperagakan aksi head-banging-nya sampai mampus [leher patah, encok, keseleo, terkilir, dll]! Tapi musik dari lagu ini tidak sebatas monoton di jalur seperti itu-itu saja. Sebab, Dir en grey kembali memasukkan unsur-unsur melodic-sound dari beberapa alat perkusi dan alat petik mandolin hingga memberikan waktu untuk calm-down sambil diiringi dengan vokal Kyo yang bisa menyejukkan hati. Itu bisa dilihat pada bagian durasi 01:54.
Dan WARE, YAMI TOTE... [07:01] pun menjadi lagu selanjutnya. Sebuah lagu lagi yang durasinya panjang. Very emotional and great accoustic-ballad song! Toshiya, aksi bass-nya benar-benar memukau dan menjiwai. Mungkin menjadi aksi terbaik Toshiya yang bisa dijumpai dalam album ini. Kyo juga tetap berperan pada lagu ini dengan sumbangsih penampilan vokalnya yang cukup apik. Simak saja bagian verses-nya yang dibawakan secara penjiwaan-dalam. Untuk chorusnya, memang Kyo sedikit merasa kesusahan di dalam mencapai nada tinggi. Untung saja itu bisa dilakukan dengan baik. Pada awalnya, mungkin lagu ini terdengar asyik. Namun memasuki pertengahan lagu, entah kenapa makin lama makin terasa jenuh. Untung saja di bagian menit ke 04:00 bisa disimak permainan perkusi dari Shinya dengan tribe-sound-nya yang setidaknya bisa menyadarkan kembali perasaan yang sudah jenuh tadi. Not bad.... Jika jeli bagian emotional-scream pada durasi 05:18 mengingatkan kita akan lagu CONCEIVED SORROW.
Diteruskan lagi dengan tembang berikutnya, yakni BUGABOO [04:43]. Walah, seperti tidak ada kata lain yang bisa dijadikan judul lagu. Musik super super berat dan lambat, yang kental dengan nuansa album THE MARROW OF A BONE! Again, Kyo beraksi dengan low growl-nya yang kali ini terasa seperti seorang setan yang sedang berbicara. MENGERIKAN! Bukan sebuah lagu terbaik dari Dir en grey. Sebab aku yakin, ini merupakan sebuah filler-track yang telah disiapkan untuk memenuhi rasa dahaga fans yang pro dengan warna metal ala Dir en grey.
Mendengarkan intro lagu selanjutnya, yaitu GAIKA, CHINMOKU GA NEMURU KORO [04:22], pasti semua orang setuju jika nada yang ada persis sama dengan lagu GLASS SKIN. Tapi jangan terkecoh, sebab lagu ini juga kembali mengandalkan nuansa cadas dan gaharnya. Permainan riff-riff dan kocokan gitar dari Kaoru dan Die terasa seperti angin badai yang menderu-deru. Shinya kembali mempertontonkan kemampuan double-pedal-bass-nya yang cukup aku sukai di lagu ini. Silakan simak sendiri jika tidak percaya. Berhubung lagunya memang sesuai dengan ciri khasn Dir en grey saat ini, sudah tentu diisi dengan berbagai aksi vokal Kyo yang sudah berulang-ulang kali didengar pada track sebelumnya. Seperti mad-yelling, deep-growl, screaming, dll.
Sama seperti yang Dir en grey lakukan terhadap GLASS SKIN di album ini, tembang DOZING GREEN [04:05] pun liriknya menggunakan bahasa Inggris. Yah, bagaimanapun, yang namanya original pasti still the best lah! Namun jika ditilik dari segi kualitas lagu, DOZING GREEN versi album ini kualitasnya lebih sempurna dan bersih dibandingkan versi single-nya. Aku yakin ini hasil polesan ulang/remix dari label di Amerika sono. Very good job! Tetap menjadi lagu terbaiknya Dir en grey walaupun tentunya aku hanya bisa mendengarkan vokal Kyo seperti orang sedang kumur-kumur. Oh man, he can't pronounce English!
Akhirnya, sampai juga pada lagu terakhir sekaligus lagu penutup album, yaitu INCONVENIENT IDEAL [04:23]. Well, tidak terbantahkan lagi. Lagu ini merupakan LAGU TERBAIK YANG BISA DIJUMPAI DALAM ALBUM UROBOROS INI! Lagunya sendiri cukup dramatic-ballad, so emotional dan bisa menggetarkan hati yang diiringi dengan permainan melodi yang harmonis dan cantik! Dir en grey memang mengikuti pepatah orang luar, save the best for the last! Vokal Kyo, layaknya di lagu pembuka album tadi, VERY AMAZING and POWERFUL. Ditambah pula dengan aksi tabuhan drum Shinya yang cool abis! Sebuah pemilihan lagu penutup yang sempurna dari Dir en grey, sesempurna saat mereka memilih lagu CLEVER SLEAZOID untuk dijadikan penutup album THE MARROW OF A BONE.
Dua buah sisanya, yang merupakan track bonus, yaitu GLASS SKIN [Japanese Version] [04:28] dan DOZING GREEN [Japanese Version] [04:08] rasanya tidak perlu dijelaskan lagi deh. Sebab kedua buah lagu ini sudah pernah aku review ketika dirilis dalam bentuk single. Silakan baca di SINI dan SINI.
Ouh yeah, akhirnya selesai juga! Mereview album UROBOROS ini terus terang saja benar-benar menguras tenaga dan pikiranku. Semoga saja kalian bisa mengerti dan menikmati review ini. Dari review di atas tadi, dapat ditarik kesimpulan bahwa album UROBOROS ini bagus dibandingkan album sebelumnya, THE MARROW OF A BONE. Sangat terlihat sekali perbedaan yang sangat signifikan antara dua album tersebut. UROBOROS terasa lebih berkembang dengan beberapa permainan instrumental yang sangat improve. Secara materi juga, ke-13 buah lagu yang ada di dalamnya lebih menarik, berbobot dan kuat. Ini menandakan Dir en grey di dalam menghasilkan karya terbaiknya harus berani memainkan sesuatu hal yang bersifat eksperimental [dengan thema oriental, religious, reincarnation, dll]. Dan untungnya, hal tersebut dapat berjalan dengan sangat baik sesuai porsinya. Ada beberapa lagu yang kurang aku suka. Namun itu bisa tertutupi dengan beberapa buah lagu yang bagus dan menarik. Beberapa lagu yang bisa aku jadikan sebagai highlight jatuh pada lagu VINUSHKA, RED SOIL, TOGURO, GLASS SKIN, WARE, YAMI TOTE... dan INCONVENIENT IDEAL.
Secara keseluruhan, album ini aku kasih rating 5/5 bintang. Semoga berkenan dan sekarang ijinkan aku untuk beristirahat saking lelahnya.
Album UROBOROS, yang merupakan full-length album ketujuh-nya Dir en grey dirilis dalam waktu bersamaan di tiga tempat. Tanggal 11 November 2008 UROBOROS resmi dirilis di kawasan Amerika Utara yang ditangani langsung oleh label The End Records. Untuk negara Jepang dan kawasan Eropa, dirilis tanggal 12 November 2008. Untuk Jepang albumnya diedarkan melalui label Firewall [salah satu anaknya Sony Music Entertainment Japan] dan untuk penyebaran di kawasan Eropa dipercayakan kepada label Gan-Shin. Untuk Amerika, dirilis dalam empat format. Yaitu Digipack CD & DVD, Digital download, CD dan 12" LP album. Sementara di Jepang dirilis dalam tiga buah varian. Varian pertama berisikan 2 CD album plus DVD dan 2 LP box set. Varian kedua berupa 2 CD album. Sementara Varian ketiga hanya verupa CD saja. Bagaimana dengan kawasan Eropa? Hanya dirilis dalam dua type. Type pertama adalah reguler edition dan type kedua berupa special edition. Semoga tidak pusing dengan penjelasanku di atas.
Setelah mendengarkan album ini, mulai dari track awal hingga track akhir, Dir en grey memang menepati janjinya seperti yang mereka janjikan di website official-nya beberapa waktu lalu itu. Di situ mereka mengatakan jika album ini akan terasa lebih "crazy" dibandingkan album sebelumnya yang cukup gagal menurutku, THE MARROW OF A BONE. Namun, album ini tidak hanya sekedar lebih "crazy" saja, tetapi di sisi lain Dir en grey juga memperhatikan dengan benar dan seksama alur musiknya dengan memberikan sentuhan-sentuhan harmonisasi melodi yang manis. Sehingga apa yang ditawarkan dalam album UROBOROS ini menjadi sedikit beda, jika tidak ingin dikatakan unik. Nah, hal ini yang tidak tampak dan tidak bisa ditemukan dalam album THE MARROW OF A BONE. Bahkan, untuk album UROBOROS kali ini, Dir en grey banyak melakukan berbagai eksperimen di dalam menghasilkan sound-sound yang sesuai dengan tema dari album ini, yaitu reincarnation. Dir en grey berani memainkan sound-sound yang agak di luar jalur, seperti nuansa musik ala Ketimur-tengahan melalui alat musik mandolin, oriental, religious dan masih banyak lainnya. Dan yang terpenting adalah Dir en grey kembali memasukkan ciri khas Visual-kei ke dalam beberapa lagu dalam album ini, walaupun ciri khas tersebut tidak terlalu kental kelihatan. Hal ini tentu saja diamini fans-nya dengan sebuah tanggapan yang sangat positif.
Wow, basa-basinya terlalu panjang ya? Sebelum membedah album ini, berikut sekilas profile Dir en grey. Band yang dulunya sempat bernama Deathmask ini memulai debutnya pada tahun 1997. Di dalamnya berisikan lima orang personil. Mereka adalah Kyo [eks La:Sadie's] pada posisi vokal yang memiliki jangkauan vokal sangat tinggi, mulai dari throat-growl, screaming bahkan sampai pada mad-yelling, Kaoru [eks La:Sadie's] pada posisi lead guitar, Die [eks La:Sadie's] juga pada posisi gitaris [tepatnya ritem], Toshiya memegang alat bass dan terakhir sudah tentu Shinya [eks La:Sadie's] yang menggawangi posisi drum. Warna musik yang Dir en grey mainkan sekarang ini bisa dikategorikan dalam genre rock. Awal-awal karir Dir en grey, warna musik mereka sangat khas dengan gaya visual-rock dengan menampilkan ritme musik yang susah dicerna, tapi asyik. Namun seiring waktu berjalan, Dir en grey selalu mencoba genre baru. Mulai dari hard-rock, hardcore, dan nge-metal. Ini bisa dibuktikan dalam album terakhir mereka yang rilis awal tahun 2007 lalu, yaitu THE MARROW OF A BONE. Album UROBOROS versi edaran Amerika ini secara total di dalamnya berisikan 13 buah track lagu plus 2 buah track bonus, yaitu GLASS SKIN [Japanese Version] dan DOZING GREEN [Japanese Version]. Alright, here we go! Tembang pembuka album ini diisi oleh sebuah track intro yang berjudul SABIR [02:00]. Memang track ini tidak bisa dinilai. Namun yang pasti, track intro ini memang sangat oke dijadikan ajang pemanasan serta meningkatkan mood para pendengar untuk mendengarkan lebih lanjut akan isi album ini secara keseluruhan. Pada latar musik ini, bisa didengar scream-scream khas Kyo yang dibarengi dengan permainan petikan mandolin. Track intro ini menyadarkan aku bahwa Dir en grey terakhir kali melakukan hal seperti ini ketika merilis album MACABRE tahun 2000 silam.
Selesai SABIR, langsung dilanjutkan dengan sebuah lagu berjudul VINUSHKA [09:35]. Lagu yang judulnya sangat bertemakan India ini menjadi salah satu lagu favoriteku dalam album ini. Yup, what a great song! Mendengarkan lagu ini sampai memasuki durasi 4 menitan, aku sudah yakin jika ini merupakan sebuah great-ballad song. TERNYATA ITU SALAH! Sebab lagunya semakin berkembang ke arah yang lebih dan makin lama makin mencapai puncaknya berupa sebuah alur musik yang cukup berat dan agrressive dengan permainan instrumental yang super jenius! Itu terjadi pada menit ke 04:20. Sungguh hal tersebut membuat aku terkejut sekali. Saking terkejutnya, sampai durasi lagu ini berakhir aku masih belum bisa menutup mulutku yang menganga. AMAZING SONG! Di bagian cadas, Kyo beraksi dengan low-growl, high pitched screaming plus sedikit mad-yelling-nya. Permainan drum dari Shinya makin terlihat sedikit peningkatan. Aku suka dengan aksi double-bass-peddle Shinya di lagu ini. Walau lagu ini sudah bagus, namun alangkah lebih bagus lagi jika lagu ini hanya cukup sampai pada menit ke 04:20 tadi saja. Sebab, di sini seakan-akan kita menyaksikan dua buah lagu yang digabungkan menjadi satu. Tapi itu tidak menjadi masalah yang berarti! I still love this song! Rasanya ini merupakan lagu dengan durasi terpanjang kedua yang pernah dibuat Dir en grey sesudah Macabre [10:51].
RED SOIL [03:24] menjadi lagu berikutnya. Bagian intro-nya keren, terlebih permainan gitarnya. Mendengarkan lagu ini pada awalnya memang membuat pendengar sedikit merasa ganjil dengan warna musik yang diluar kebiasaan Dir en grey ini. Namun jika didengarkan untuk kedua dan ketiga kalinya, dijamin pasti ketagihan. Lagi pula, sisi baik yang bisa disimak dari lagu ini adalah sentuhan Visual-kei-nya sangat tampak sekali. Interlude-interlude melodic-gitar yang mendawai, mengingatkan kita akan old-school-nya Dir en grey [terutama jaman album GAUZE]. Lagunya terasa mengalami progress mulai dari tempo normal sampai dengan bagian berat pada riff gitar. Mengingatkan aku akan lagu hydra-666. Performa vokal Kyo di lagu ini cukup memukau. Di verses bermain dengan normal-voice yang bersih, dan pada beberapa bagian lainnya beraksi dengan scarry-growl/screaming-nya. Dan pada bagian durasi 02:32, Kyo sedikit menggoda pendengarnya dengan mumbling-nya yang sangat ter-influence dengan Jonathan Davis, sang vokalis band KORN.
Beralih ke tembang selanjutnya, DOUKOKU TO SARINU [03:48]. Lagi-lagi sebuah tembang cadas dan high intense dari Dir en grey, yang mirip dengan lagu-lagu album THE MARROW OF A BONE. Sangat oke jika dipakai untuk sekedar bermoshing-ria maupun ber-headbanging-ria! Walaupun terkesan cadas, lagu ini di waktu bersamaan juga menawarkan sentuhan yang soft dan melodic. Kyo sekali lagi beraksi dengan deep-growl-nya. Tetapi tetap menawarkan kemampuan olah vokalnya melalui ambilan nada-nada range tinggi. Itu bisa disimak pada bagian chorusnya. Nice job, Kyo! Untuk urusan permainan instrumen-nya, well, apresiasi layak diberikan kepada Kaoru, Die dan Shinya yang aksi gitar dan drum-nya begitu matching.
Sekarang giliran lagu TOGURO [03:57]. Yeah, I really love this song! The intro is great! Kocokan interlude gitar dan driving bass-line yang rada nge-groove pada awal lagu sudah memberikan kesan optimis jika lagu ini pasti bakalan terdengar oke. Dan itu memang benar! Tarikan vokal Kyo yang sangat bersih di awal lagu dan juga tentunya sepanjang lagu, sangat terinspirasi dengan pelafalan vokal musik-musik dari negara Timur-tengah. Bagian verses dan chorus juga mampu dibabat Kyo dengan penampilan vokalnya yang kali sungguh luar biasa cantiknya. Memberikan bukti kepada kita bahwa KYO MASIH MAMPU BERNYANYI! You did great, Kyo! Lagunya memang terasa lebih santai. Memberikan kesempatan pada pendengar untuk sejenak ber-cooling-down setelah dua buah track sebelumnya yang rada memakan energi itu. Seharusnya lagu TOGURO ini yang perlu dibuat durasinya sampai 9 menit lebih, bukannya VINUSHKA. Oh iya, sekilas lagu ini memiliki persamaan dengan lagu berjudul Hotarubi [bisa ditemui pada album MACABRE].
GLASS SKIN [04:27] menjadi lagu berikutnya. Berbeda dengan versi singlenya, GLASS SKIN ini liriknya menggunakan bahasa Inggris. Yup, kalian tidak salah baca, bahasa Inggris! Sungguh mengerikan. Kenapa? Jujur saja, Kyo menurutku tidak bagus-bagus amat di dalam pelafalan/ucapakan bahasa Inggris-nya. Jadi yang bisa didengar melalui vokal Kyo hanya berupa suara ala komat-kamit gitu. Apapun itu, this song is still very good!
Selesai GLASS SKIN disusul kemudian dengan tembang selanjutnya, yaitu STUCK MAN [03:34]. Such a grooving song, dengan aksi driving-bass-nya Toshiya yang brilliant! Sekilas, lagu ini memang sangat tipikal banget dengan lagu-lagu miliknya band asal Amerika, RED HOT CHILI PEPPERS. Sebuah terobosan yang cukup berani dari Dir en grey. Memang agak aneh mendengarkan Kyo yang bergaya ala rapper. Namun di luar itu, lagu ini menawarkan sesuatu permainan instrumental yang super-fresh. Bagian bridge dan chorusnya cukup berbobot, dengan lagi-lagi sebuah aksi low-growl dari Kyo yang terdengar tekak/garau. Anehnya, nuansa lagu ini cukup gelap. Sehingga memberikan kesan yang berbau seram dan menakutkan. Kalo tidak salah dengar, di bagian durasi 03:10, apakah benar itu suara sebuah suling ala Timur-tengah?
Merasa kangen dengan Dir en grey saat membawakan lagu super-cadas seperti AGITATED SCREAMS OF MAGGOTS? Hal tersebut bisa kalian jumpai pada track berikutnya yang dikasih judul REIKETSU NARISEBA [03:33]. OH MY FUCKIN' GOD! THIS SONG IS TRULLY KICKASS!!! Kurang lebih seperti DOUKOKU TO SARINU. Cuma lebih berat dan gahar! Dengan riff-riff yang berat dan meraung-raung, serta tabuhan drum ala death-metal dari Shinya, menjadikan lagu ini sebagai lagu paling cadas yang ada di dalam album UROBOROS ini. Interlude-interlude yang ada pada lagu inipun seakan-akan memberikan service kepada para penggemar Dir en grey yang metal-freak untuk memperagakan aksi head-banging-nya sampai mampus [leher patah, encok, keseleo, terkilir, dll]! Tapi musik dari lagu ini tidak sebatas monoton di jalur seperti itu-itu saja. Sebab, Dir en grey kembali memasukkan unsur-unsur melodic-sound dari beberapa alat perkusi dan alat petik mandolin hingga memberikan waktu untuk calm-down sambil diiringi dengan vokal Kyo yang bisa menyejukkan hati. Itu bisa dilihat pada bagian durasi 01:54.
Dan WARE, YAMI TOTE... [07:01] pun menjadi lagu selanjutnya. Sebuah lagu lagi yang durasinya panjang. Very emotional and great accoustic-ballad song! Toshiya, aksi bass-nya benar-benar memukau dan menjiwai. Mungkin menjadi aksi terbaik Toshiya yang bisa dijumpai dalam album ini. Kyo juga tetap berperan pada lagu ini dengan sumbangsih penampilan vokalnya yang cukup apik. Simak saja bagian verses-nya yang dibawakan secara penjiwaan-dalam. Untuk chorusnya, memang Kyo sedikit merasa kesusahan di dalam mencapai nada tinggi. Untung saja itu bisa dilakukan dengan baik. Pada awalnya, mungkin lagu ini terdengar asyik. Namun memasuki pertengahan lagu, entah kenapa makin lama makin terasa jenuh. Untung saja di bagian menit ke 04:00 bisa disimak permainan perkusi dari Shinya dengan tribe-sound-nya yang setidaknya bisa menyadarkan kembali perasaan yang sudah jenuh tadi. Not bad.... Jika jeli bagian emotional-scream pada durasi 05:18 mengingatkan kita akan lagu CONCEIVED SORROW.
Diteruskan lagi dengan tembang berikutnya, yakni BUGABOO [04:43]. Walah, seperti tidak ada kata lain yang bisa dijadikan judul lagu. Musik super super berat dan lambat, yang kental dengan nuansa album THE MARROW OF A BONE! Again, Kyo beraksi dengan low growl-nya yang kali ini terasa seperti seorang setan yang sedang berbicara. MENGERIKAN! Bukan sebuah lagu terbaik dari Dir en grey. Sebab aku yakin, ini merupakan sebuah filler-track yang telah disiapkan untuk memenuhi rasa dahaga fans yang pro dengan warna metal ala Dir en grey.
Mendengarkan intro lagu selanjutnya, yaitu GAIKA, CHINMOKU GA NEMURU KORO [04:22], pasti semua orang setuju jika nada yang ada persis sama dengan lagu GLASS SKIN. Tapi jangan terkecoh, sebab lagu ini juga kembali mengandalkan nuansa cadas dan gaharnya. Permainan riff-riff dan kocokan gitar dari Kaoru dan Die terasa seperti angin badai yang menderu-deru. Shinya kembali mempertontonkan kemampuan double-pedal-bass-nya yang cukup aku sukai di lagu ini. Silakan simak sendiri jika tidak percaya. Berhubung lagunya memang sesuai dengan ciri khasn Dir en grey saat ini, sudah tentu diisi dengan berbagai aksi vokal Kyo yang sudah berulang-ulang kali didengar pada track sebelumnya. Seperti mad-yelling, deep-growl, screaming, dll.
Sama seperti yang Dir en grey lakukan terhadap GLASS SKIN di album ini, tembang DOZING GREEN [04:05] pun liriknya menggunakan bahasa Inggris. Yah, bagaimanapun, yang namanya original pasti still the best lah! Namun jika ditilik dari segi kualitas lagu, DOZING GREEN versi album ini kualitasnya lebih sempurna dan bersih dibandingkan versi single-nya. Aku yakin ini hasil polesan ulang/remix dari label di Amerika sono. Very good job! Tetap menjadi lagu terbaiknya Dir en grey walaupun tentunya aku hanya bisa mendengarkan vokal Kyo seperti orang sedang kumur-kumur. Oh man, he can't pronounce English!
Akhirnya, sampai juga pada lagu terakhir sekaligus lagu penutup album, yaitu INCONVENIENT IDEAL [04:23]. Well, tidak terbantahkan lagi. Lagu ini merupakan LAGU TERBAIK YANG BISA DIJUMPAI DALAM ALBUM UROBOROS INI! Lagunya sendiri cukup dramatic-ballad, so emotional dan bisa menggetarkan hati yang diiringi dengan permainan melodi yang harmonis dan cantik! Dir en grey memang mengikuti pepatah orang luar, save the best for the last! Vokal Kyo, layaknya di lagu pembuka album tadi, VERY AMAZING and POWERFUL. Ditambah pula dengan aksi tabuhan drum Shinya yang cool abis! Sebuah pemilihan lagu penutup yang sempurna dari Dir en grey, sesempurna saat mereka memilih lagu CLEVER SLEAZOID untuk dijadikan penutup album THE MARROW OF A BONE.
Dua buah sisanya, yang merupakan track bonus, yaitu GLASS SKIN [Japanese Version] [04:28] dan DOZING GREEN [Japanese Version] [04:08] rasanya tidak perlu dijelaskan lagi deh. Sebab kedua buah lagu ini sudah pernah aku review ketika dirilis dalam bentuk single. Silakan baca di SINI dan SINI.
Ouh yeah, akhirnya selesai juga! Mereview album UROBOROS ini terus terang saja benar-benar menguras tenaga dan pikiranku. Semoga saja kalian bisa mengerti dan menikmati review ini. Dari review di atas tadi, dapat ditarik kesimpulan bahwa album UROBOROS ini bagus dibandingkan album sebelumnya, THE MARROW OF A BONE. Sangat terlihat sekali perbedaan yang sangat signifikan antara dua album tersebut. UROBOROS terasa lebih berkembang dengan beberapa permainan instrumental yang sangat improve. Secara materi juga, ke-13 buah lagu yang ada di dalamnya lebih menarik, berbobot dan kuat. Ini menandakan Dir en grey di dalam menghasilkan karya terbaiknya harus berani memainkan sesuatu hal yang bersifat eksperimental [dengan thema oriental, religious, reincarnation, dll]. Dan untungnya, hal tersebut dapat berjalan dengan sangat baik sesuai porsinya. Ada beberapa lagu yang kurang aku suka. Namun itu bisa tertutupi dengan beberapa buah lagu yang bagus dan menarik. Beberapa lagu yang bisa aku jadikan sebagai highlight jatuh pada lagu VINUSHKA, RED SOIL, TOGURO, GLASS SKIN, WARE, YAMI TOTE... dan INCONVENIENT IDEAL.
Secara keseluruhan, album ini aku kasih rating 5/5 bintang. Semoga berkenan dan sekarang ijinkan aku untuk beristirahat saking lelahnya.
Tuesday, October 30, 2007
VERSAILLES - LYRICAL SYMPATHY
Akhirnya, band indie Visual-kei yang tergolong baru [namun udah mendapat perhatian dari seluruh fans musik Jepang di belahan dunia], Versailles, merilis album indie perdananya. Album ini diberi judul Lyrical Sympathy.
Secara jadwal album ini akan dirilis tanggal 31 Oktober 2007. Namun
berkat kecanggihan teknologi dan internet, aku sudah mendapatkan album
ini sejak tgl 29 Oktober 2007 kemarin walaupun dengan cara
men-download-nya. Aku harap caraku ini jangan ditiru ya. Kalo ada duit
lebih, mendingan kalian beli aja deh albumnya hehehehe... Tapi dijamin
gak bakalan rugi kok beli album ini. Kenapa? Album ini memang keren!!!
Aku suka dengan semua lagu yang ada di dalamnya.
Mungkin ada yang bertanya, siapa sih Versailles [lagi-lagi nama band yg diambil dr bhs Perancis] itu sebenarnya? Well, band ini memang termasuk baru. Terbentuk pada awal-awal tahun 2007. Namun orang yang berada di dalam band ini bisa dibilang udah termasuk orang lama yang berkecimpung di dunia musik Jepang, khususnya dunia musik indie. Ada 5 orang yang menggawangi band ini. Mereka adalah Kamijo [eks LAREINE] sebagai vokalis, Hizaki [eks SULFURIC ACID dan juga aktif dalam proyek solonya yaitu Hizaki Grace Project] pada posisi gitar tentunya, Teru [eks Aikaryu] pada posisi gitar juga, Jasmine You [Hisaki Grace Project] memegang alat bass dan terakhir adalah Yuki [eks Sugar Trip] pada posisi drum.
Warna musik yang mereka mainkan kalo aku bilang sih metal. Namun bukan metal secara general. Melainkan melodic metal. Di dalam lagu-lagunya banyak tambahan ornamen-ornamen yang semakin mempertegas melodi dari lagu-lagu mereka tersebut. Baik itu ornamen dari bebunyian organ, piano, biola, dll. Dan juga, lagu-lagu yang mereka ciptakan kental dengan unsur suasana gelap dan suram. Yah, tidak gelap-gelap amat sih. Mungkin sebatas nuansa gothic gitu deh.
Album Lyrical Sympathy ini di dalamnya memuat 7 buah track. Secara berurutan, judul masing-masing dari track tersebut adalah Intro [01:10], The Love from a Dead Orchestra [08:28], Shout & Bites [03:59], Beast of Desire [04:25], The Red Carpet Day [04:23] dan Sympathia [06:08].
Dan langsung saja kita mulai dari track pertama, yaitu Intro. Sesuai judul lagunya, track ini memang menjadi pembuka dari album ini. Intro diisi dengan bebunyian ala jaman pertengahan lengkap dengan berbagai istrumen di dalamnya. Baik itu bunyi terompet yang sangat agung, biola, cello, dll. Wah, persis kayak nonton film-film kerajaan di abad pertengahan gitu deh. Aku rasa ini sebuah pemanasan yang sangat oke sebelum memasuki track selanjutnya yaitu The Love from a Dead Orchestra.
Waowww.... The Love from a Dead Orchestra is FUCKIN' GREAT!!! Dibuka oleh permainan drum Yuki yang powerful sambil diiringi dengan bunyi-bunyi ala orchestra. Setelah itu permainan solo gitar dari seorang Hizaki langsung tampak di awal-awal lagu ini. Terdengar sekali bagaimana permainan Yuki memang udah di atas rata-rata. Dengan aksi dobel pedal dan tabuhan yang kreatif langsung membuat lagu ini menjadi hidup. Akhirnya vokal Kamijo bisa didengar juga setelah intro lagunya memakan durasi hampir 1 menit. Soal musik kayaknya gak perlu aku ceritakan lagi deh. Berhubung yang main di dalamnya adalah orang-orang jenius, sudah pasti lah komposisi dan aransemen musiknya luar biasa. GILA!!! Selain itu lagu ini juga agak progressive. Maksudnya kadang-kadang kencang, terus pelan, namun tiba-tiba kencang lagi. Jadi seakan-akan ada jeda gitu. Inilah yang membuat band Versailles digilai oleh siapapun juga!!! Di tengah-tengah lagu ada permainan solo piano yang luar biasa indahnya. Seakan-akan kita terbawa ke jaman abad pertengahan.... Bagaimana dengan aksi solo gitar Hizaki dan Teru? Well, nih orang mmg bertalenta!!! Udah pasti dong solo gitarnya nendang dan menggigit banget! Bagiku, lagu ini bukan lagu kategori A lagi. Melainkan S untuk SUPER!!!
Shout & Bites menjadi track selanjutnya. Lagunya hampir se-agresif seperti track sebelumnya. Namun agak lebih cool sedikit. Permainan riff gitar Hizaki dan Teru benar-benar berat sekali. Menambah kesan gahar pada lagu ini. Dan seperti biasa, bunyi ornamen organ tetap dimunculkan untuk mempertegas nuansa suram lagu. Vokal Kamijo di sini agak sedikit dalam. Jadi terdengar gentle gitu deh vokalnya. Mantap! Dan seperti biasanya, aksi solo gitar di lagu ini benar-benar nendang pantat kalian!!! Kredit sekali lagi aku berikan kepada sang drummer, Yuki!!!
Beralih ke track berikutnya, yaitu Beast of Desire. Wah, pada intro permainan gitar Hizaki dan Teru nge-trash banget tuh. Dashyat! Sayang tidak diteruskan sampai ke isi lagunya. Namun jangan khawatir. Bisa didengar lagi kok saat chorus. Lagu ini tempo-nya lumayan cepat. Cenderung nge-power metal. Untung aja permainan bass Jasmine You tidak kedodoran mengikuti cepatnya ketukan drum Yuki. Dengan [lagi-lagi deh] aksi solo gitar yang luar biasa dari seorang Hizaki dan Teru, membuat lagu ini semakin berkelas.
Forbidden Gate, menjadi tembang selanjutnya. Lagunya sendiri agak nge-slow. Dimulai dengan intro yang menampilkan bunyi-bunyian yang bisa menentramkan jiwa. Setelah itu disusul dengan riff gitar yang berat. Pada awal-awal bait lirik, terdengar vokal Kamijo yang berusaha untuk menjwai lagu ini sambil diiringi dengan permainan bass yang apik dari Jasmine You. Memasuki chorus, ritem gitar langsung menyalak dengan kerasnya. What a power-ballad song!!!
Track selanjutnya adalah The Red Carpet Day. Sebuah lagu yang sangat cadas. Udah terlihat kok pada intronya. Permainan solo gitar yang cepat ala Yngwie J. Malmsteen dari Hizaki [atau Teru ya?], yang ditemani dengan tabuhan drum sedikit brutal dari Yuki benar-benar mampu membuat kepalaku sedikit bergoyang naik turun saking semangatnya! Bunyi organ yang dihasilkan keyboard sangat mendominasi lagu ini. Ditambah dengan suara-suara choir ala gereja membuat lagu ini terkesan gothic metal ala Moi dix Mois [pasti tahu dong ama band ini]. Sementara Hizaki aktif memainkan melodinya, Teru justru memberi nilai plus pada lagu ini dengan riff gitarnya yang nge-metal itu. Another great song by Versailles!!!
Akhirnya sampai juga pada track terakhir sekaligus tembang penutup dari album ini, Sympathia. Lagunya benar-benar nge-ballad dengan tempo yang sedang cenderung melambat. Intro dibuka dengan aksi solo piano yang langsung diteruskan oleh aksi solo gitar. Dan vokal-pun langsung dimulai dengan chorus yang sangat cacthy di telinga. Ternyata Kamijo oke juga tuh menyanyi dengan gaya vokal seperti ini. Walau lagunya ballad, riff gitar tetap terdengar gagah perkasa sekali. Hahaha... Dan petikan akutsik gitar menambah keindahan lagu ini.... Kayaknya aku harus mencari liriknya nih. Abis enak banget sih lagunya.
Well, apa lagi yang bisa aku ungkapkan dengan kata-kata? Dengan skill dari masing-masing personil yang luar biasa [terlebih Hizaki dan Teru!!!], komposisi dan aransemen musik yang sangat kaya/beraneka-ragam dan juga performa hebat seorang Kamijo, album Lyrical Sympathy ini aku kasih 5/5 bintang. Semua lagunya aku suka, termasuk track pertama yang berupa intro sekalipun!!! Jika ditanya apa lagu yang SANGAT AKU SUKA dari album ini, maka pilihanku jatuh pada lagu The Love from a Dead Orchestra, The Red Carpet Day dan Sympathia.
Yosh, aku jadikan Versailles sebagai salah satu band favoriteku yang layak ditunggu karya-karya mereka ke depannya. Dan aku berani jamin nama Versailles di tahun 2008 akan semakin bersinar benderang!!! Segini dulu aja reviewnya. Semoga berkenan. Jya.
Mungkin ada yang bertanya, siapa sih Versailles [lagi-lagi nama band yg diambil dr bhs Perancis] itu sebenarnya? Well, band ini memang termasuk baru. Terbentuk pada awal-awal tahun 2007. Namun orang yang berada di dalam band ini bisa dibilang udah termasuk orang lama yang berkecimpung di dunia musik Jepang, khususnya dunia musik indie. Ada 5 orang yang menggawangi band ini. Mereka adalah Kamijo [eks LAREINE] sebagai vokalis, Hizaki [eks SULFURIC ACID dan juga aktif dalam proyek solonya yaitu Hizaki Grace Project] pada posisi gitar tentunya, Teru [eks Aikaryu] pada posisi gitar juga, Jasmine You [Hisaki Grace Project] memegang alat bass dan terakhir adalah Yuki [eks Sugar Trip] pada posisi drum.
Warna musik yang mereka mainkan kalo aku bilang sih metal. Namun bukan metal secara general. Melainkan melodic metal. Di dalam lagu-lagunya banyak tambahan ornamen-ornamen yang semakin mempertegas melodi dari lagu-lagu mereka tersebut. Baik itu ornamen dari bebunyian organ, piano, biola, dll. Dan juga, lagu-lagu yang mereka ciptakan kental dengan unsur suasana gelap dan suram. Yah, tidak gelap-gelap amat sih. Mungkin sebatas nuansa gothic gitu deh.
Album Lyrical Sympathy ini di dalamnya memuat 7 buah track. Secara berurutan, judul masing-masing dari track tersebut adalah Intro [01:10], The Love from a Dead Orchestra [08:28], Shout & Bites [03:59], Beast of Desire [04:25], The Red Carpet Day [04:23] dan Sympathia [06:08].
Dan langsung saja kita mulai dari track pertama, yaitu Intro. Sesuai judul lagunya, track ini memang menjadi pembuka dari album ini. Intro diisi dengan bebunyian ala jaman pertengahan lengkap dengan berbagai istrumen di dalamnya. Baik itu bunyi terompet yang sangat agung, biola, cello, dll. Wah, persis kayak nonton film-film kerajaan di abad pertengahan gitu deh. Aku rasa ini sebuah pemanasan yang sangat oke sebelum memasuki track selanjutnya yaitu The Love from a Dead Orchestra.
Waowww.... The Love from a Dead Orchestra is FUCKIN' GREAT!!! Dibuka oleh permainan drum Yuki yang powerful sambil diiringi dengan bunyi-bunyi ala orchestra. Setelah itu permainan solo gitar dari seorang Hizaki langsung tampak di awal-awal lagu ini. Terdengar sekali bagaimana permainan Yuki memang udah di atas rata-rata. Dengan aksi dobel pedal dan tabuhan yang kreatif langsung membuat lagu ini menjadi hidup. Akhirnya vokal Kamijo bisa didengar juga setelah intro lagunya memakan durasi hampir 1 menit. Soal musik kayaknya gak perlu aku ceritakan lagi deh. Berhubung yang main di dalamnya adalah orang-orang jenius, sudah pasti lah komposisi dan aransemen musiknya luar biasa. GILA!!! Selain itu lagu ini juga agak progressive. Maksudnya kadang-kadang kencang, terus pelan, namun tiba-tiba kencang lagi. Jadi seakan-akan ada jeda gitu. Inilah yang membuat band Versailles digilai oleh siapapun juga!!! Di tengah-tengah lagu ada permainan solo piano yang luar biasa indahnya. Seakan-akan kita terbawa ke jaman abad pertengahan.... Bagaimana dengan aksi solo gitar Hizaki dan Teru? Well, nih orang mmg bertalenta!!! Udah pasti dong solo gitarnya nendang dan menggigit banget! Bagiku, lagu ini bukan lagu kategori A lagi. Melainkan S untuk SUPER!!!
Shout & Bites menjadi track selanjutnya. Lagunya hampir se-agresif seperti track sebelumnya. Namun agak lebih cool sedikit. Permainan riff gitar Hizaki dan Teru benar-benar berat sekali. Menambah kesan gahar pada lagu ini. Dan seperti biasa, bunyi ornamen organ tetap dimunculkan untuk mempertegas nuansa suram lagu. Vokal Kamijo di sini agak sedikit dalam. Jadi terdengar gentle gitu deh vokalnya. Mantap! Dan seperti biasanya, aksi solo gitar di lagu ini benar-benar nendang pantat kalian!!! Kredit sekali lagi aku berikan kepada sang drummer, Yuki!!!
Beralih ke track berikutnya, yaitu Beast of Desire. Wah, pada intro permainan gitar Hizaki dan Teru nge-trash banget tuh. Dashyat! Sayang tidak diteruskan sampai ke isi lagunya. Namun jangan khawatir. Bisa didengar lagi kok saat chorus. Lagu ini tempo-nya lumayan cepat. Cenderung nge-power metal. Untung aja permainan bass Jasmine You tidak kedodoran mengikuti cepatnya ketukan drum Yuki. Dengan [lagi-lagi deh] aksi solo gitar yang luar biasa dari seorang Hizaki dan Teru, membuat lagu ini semakin berkelas.
Forbidden Gate, menjadi tembang selanjutnya. Lagunya sendiri agak nge-slow. Dimulai dengan intro yang menampilkan bunyi-bunyian yang bisa menentramkan jiwa. Setelah itu disusul dengan riff gitar yang berat. Pada awal-awal bait lirik, terdengar vokal Kamijo yang berusaha untuk menjwai lagu ini sambil diiringi dengan permainan bass yang apik dari Jasmine You. Memasuki chorus, ritem gitar langsung menyalak dengan kerasnya. What a power-ballad song!!!
Track selanjutnya adalah The Red Carpet Day. Sebuah lagu yang sangat cadas. Udah terlihat kok pada intronya. Permainan solo gitar yang cepat ala Yngwie J. Malmsteen dari Hizaki [atau Teru ya?], yang ditemani dengan tabuhan drum sedikit brutal dari Yuki benar-benar mampu membuat kepalaku sedikit bergoyang naik turun saking semangatnya! Bunyi organ yang dihasilkan keyboard sangat mendominasi lagu ini. Ditambah dengan suara-suara choir ala gereja membuat lagu ini terkesan gothic metal ala Moi dix Mois [pasti tahu dong ama band ini]. Sementara Hizaki aktif memainkan melodinya, Teru justru memberi nilai plus pada lagu ini dengan riff gitarnya yang nge-metal itu. Another great song by Versailles!!!
Akhirnya sampai juga pada track terakhir sekaligus tembang penutup dari album ini, Sympathia. Lagunya benar-benar nge-ballad dengan tempo yang sedang cenderung melambat. Intro dibuka dengan aksi solo piano yang langsung diteruskan oleh aksi solo gitar. Dan vokal-pun langsung dimulai dengan chorus yang sangat cacthy di telinga. Ternyata Kamijo oke juga tuh menyanyi dengan gaya vokal seperti ini. Walau lagunya ballad, riff gitar tetap terdengar gagah perkasa sekali. Hahaha... Dan petikan akutsik gitar menambah keindahan lagu ini.... Kayaknya aku harus mencari liriknya nih. Abis enak banget sih lagunya.
Well, apa lagi yang bisa aku ungkapkan dengan kata-kata? Dengan skill dari masing-masing personil yang luar biasa [terlebih Hizaki dan Teru!!!], komposisi dan aransemen musik yang sangat kaya/beraneka-ragam dan juga performa hebat seorang Kamijo, album Lyrical Sympathy ini aku kasih 5/5 bintang. Semua lagunya aku suka, termasuk track pertama yang berupa intro sekalipun!!! Jika ditanya apa lagu yang SANGAT AKU SUKA dari album ini, maka pilihanku jatuh pada lagu The Love from a Dead Orchestra, The Red Carpet Day dan Sympathia.
Yosh, aku jadikan Versailles sebagai salah satu band favoriteku yang layak ditunggu karya-karya mereka ke depannya. Dan aku berani jamin nama Versailles di tahun 2008 akan semakin bersinar benderang!!! Segini dulu aja reviewnya. Semoga berkenan. Jya.
Subscribe to:
Posts (Atom)


